IPB: Indonesia Potensial Jadi Sumber Bahan Baku Obat Herbal

    Arga sumantri - 10 Juni 2021 13:15 WIB
    IPB: Indonesia Potensial Jadi Sumber Bahan Baku Obat Herbal
    Kampus IPB University. Dok Humas IPB.



    Bogor: Indonesia memiliki potensi besar dalam menyediakan bahan obat-obatan herbal. Kekayaan ini disebut merupakan peluang besar bagi Indonesia menjadi sentra sumber bahan baku obat herbal.

    "Indonesia kaya dengan sumber bahan baku obat, potensinya sangat besar untuk mengisi peluang," kata Guru Besar Biologi IPB University Yulin Lestari mengutip siaran pers IPB, Kamis, 10 Juni 2021.

     



    Peneliti khasiat tanaman obat barito IPB University itu mengungkapkan peluang mikrob sebagai bahan biofarmaka untuk substitusi impor perlu terus dikembangkan.

    Baca: IPB Luncurkan Hasil Kurasi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia

    Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University pun tergerak menyelenggarakan Webinar dengan tema 'Potensi Sumber Daya Hayati Indonesia sebagai sumber Biofarmaka'. Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University Irmanida Batubara berharap kegiatan ini bisa memantik ide riset.

    "Kami bersama-sama di IPB University bersedia untuk bekerjasama untuk memajukan atau  memanfaatkan bahan alam Indonesia kita ini untuk tujuan kesejahteraan bersama," ujar Irmanida.

    Pakar obat herbal IPB University itu menjelaskan, biofarmaka dapat berasal dari tumbuhan, hewan, maupun mikrob yang memiliki potensi sebagai obat dan nutrasetikal. Nutrasetikal yang dimaksud adalah zat yang memiliki manfaat fisiologis atau memberikan perlindungan terhadap penyakit kronis, menunda proses penuaan dan meningkatkan harapan hidup baik untuk manusia, hewan, maupun tumbuhan.

    Baca: Konsisten Naik, IPB Masuk Peringkat 511+ Dunia Versi QS WUR 2022

    Guru Besar Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata  IPB University Ervizal AM Zuhud menyarankan pemerintah mengubah politik pembangunan Indonesia.  Ia menilai pengembangan potensi biofarmaka perlu dimandatkan melalui undang-undang untuk semua perguruan tinggi setempat.

    "Solusinya yaitu meneliti dan mengembangkan potensi biofarmaka setiap wilayah berbasis potensi lokal dan etnomedisinnya," ujar Ervizal.

    Sementara, dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB Nahrowi Ramli menekankan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam memproduksi fitokimia baik dari daun, buah dan kulit tanaman sebagai feed aditive pengganti Antibiotic Growth Promotors (AGP) dalam industri peternakan.

    "Sekarang fitobiotik yang kita punya masih banyak dari luar, sehingga menjadi ladang yang sangat bagus untuk menghasilkan bahan-bahan fitokimia dari daun dan kulit," ucap Nahrowi.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id