Kota Ramah Anak Bukan Sekadar Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

    Ilham Pratama Putra - 12 Oktober 2020 18:04 WIB
    Kota Ramah Anak Bukan Sekadar Penyediaan Ruang Terbuka Hijau
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Kepala Pusat Perencanaan Pembangunan Regional Universitas Gadjah Mada (UGM), Hari Wibisono menyatakan, kota ramah anak bukan hanya menyediakan fasilitas ruang bermain atau ruang terbuka hijau. Kota ramah anak juga harus menjamin anak-anak dari tindak kekerasan.

    "Anak harus mendapat perlindungan dari segala bentuk ekploitasi atau kekerasan itu harus dijamin," kata Hari dalam diskusi daring, Senin, 12 Oktober 2020.

    Kota ramah anak juga harus memastikan kehidupan yang baik. Anak harus terjamin pertumbuhannya secara sehat. "Selanjutnya akses kepada layanan sosial juga harus berkualitas," tambah Hari.

    Baca: Penataan Jalan Belum Ramah Anak

    Selain itu, kota ramah anak juga harus bisa memastikan akses pendidikan dan peningkatan keterampilan secara inklusif dan berkualitas. Anak juga dijamin kebebasannya dalam menyampaikan pendapat.

    "Saat mereka turut berpendapat, mereka tentu lebih memiliki peran dalam kegiatan sosial budaya baik melalui keluarga dan komunitas terdekat," lanjut Hari.

    Selanjutnya, kata Hari, setiap anak harus memiliki peluang yang sama. Kota yang ramah tidak membedakan anak dari segi ras, suku dan agama.

    "Tidak membedakan asal daerah, kesukuan, agama, golongan ekonomi, gender dan kemampuan," ujar dia.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id