comscore

IPB Kembangkan Hb Meter Tanpa Lukai Pasien, Kemenkes: Bisa untuk Cegah Stunting

Renatha Swasty - 23 Mei 2022 16:48 WIB
IPB Kembangkan Hb Meter Tanpa Lukai Pasien, Kemenkes: Bisa untuk Cegah Stunting
Kemenkes meninjau produk Hb Meter ciptaan IPB. DOK IPB
Jakarta: Tim peneliti IPB University yang dipimpin Irzaman tengah menguji produk Hb Meter. Irzaman dan tim mengundang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) khususnya Direktorat Ketahanan Kefarmasian untuk meninjau inovasi itu. 

Direktur Ketahanan Kefarmasian Kemenkes, Sodikin Sadek, menyambut baik inovasi dari IPB University ini. Dia mencatat terdapat beberapa laporan inovasi IPB yang masuk untuk ditelaah, salah satunya Hemoglobin Meter (Hb Meter). 
Inovasi tersebut merupakan karya tim peneliti konsorsium IPB University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Tesena Inovindo Jakarta, dan RSP UB Malang.

“Inovasi Hb Meter ini akan sangat membantu pencegahan Hb rendah, khususnya pada perempuan Indonesia,” ujar Sodikin dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Mei 2022. 

Dia menyebut apabila Hb Meter sudah dapat digunakan, pihaknya akan segera melakukan pengetesan kepada remaja perempuan khususnya pelajar tingkat menengah di seluruh Indonesia. Nantinya, program tersebut bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

“Menjaga Hb bagi remaja perempuan adalah wujud mempertahankan bangsa dari kelahiran anak stunting. Ketika seorang perempuan mengalami Hb rendah, kami (Menkes) akan supply makanan yang bergizi tinggi. karena ini akan berdampak pada masa depan,” tutur dia. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Tesana Inovindo Jakarta, Titah Sihdjati Riadhie, sebagai mitra dari tim peneliti berharap produk itu bisa segera dilaunching. “Semoga konsorsium berjalan dengan lancar dan harapannya bisa segera dilakukan hilirisasi, sebab kami yakin akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tutur dia. 

Titah optimistis alat kesehatan ini dapat bersaing dengan produk luar negeri. Dia juga berharap inovasi Hb Meter bisa menjadi produk unggulan dalam negeri. 

Keunggulan yang ditawarkan Irzaman melalui Hb Meter ialah pasien tidak akan lagi mengalami traumatis secara fisik akibat jarum suntik. Serta efektivitas dalam pengukuran dengan waktu singkat. 

“Pengukuran kadar Hb menjadi sangat penting karena indikasi rendah dan tingginya kadar Hb menggambarkan adanya masalah kesehatan,” kata Irzaman.

Dia menyebut melalui Hb Meter, tidak lagi perlu merasa sakit baru kemudian mengukur Hb. Dosen IPB University itu mengeklaim Hb Meter dapat menjadi alat preventif sebelum terjadi komplikasi pada pasien.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Ernan Rustiadi mengucapkan selamat atas penelitian yang saat ini menuju titik terang. Dia berharap inovasi IPB University ini bisa benar-benar diterapkan dan berujung komersialisasi. 

"Dan tentunya dengan dukungan dari fasilitas pemerintah Menkes sangat kami harapkan,” ujar dia.

Skema penelitian ini dibiayai oleh Pendanaan Riset Produktif (Rispro) Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan mewujudkan kemandirian bangsa dalam teknologi alat kesehatan untuk meningkatkan kinerja alat Hb Meter tanpa melukai pasien (secara Non-invasif).

Baca: Kemendikbduristek dan BKKBN Bakal Andalkan Perguruan Tinggi Turunkan Stunting



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id