Dosen Rajin Meneliti Berdampak pada Kualitas Mahasiswa

    Intan Yunelia - 23 Agustus 2019 20:19 WIB
    Dosen Rajin Meneliti Berdampak pada Kualitas Mahasiswa
    Rektor ITS Mochamad Ashari (kiri). Foto/Dok. ITS.
    Jakarta:  Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mochammad Ashari menyambut positif usulan Kemenristekdikti untuk menghidupkan kembali honorarium bagi dosen yang meneliti.  Menggairahkan semangat meneliti dosen sangat penting, karena dosen yang rajin meneliti akan turut meningkatkan kualitas mahasiswa yang diajarnya.

    Ashari mengatakan, dosen yang rajin meneliti akan memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang selalu baru.  Otomatis akan berpengaruh juga pada materi kuliah yang ditularkannya kepada mahasiswa.

    Kompetensi dosen akan meningkat, karena terus terpacu menghasilkan hal-hal baru di bidang keilmuannya.  "Dosen yang pengetahuannya hanya membaca buku atau menyerap informasi dari internet namun tidak pernah turun ke lapangan untuk mengimplementasikan ilmunya itu akan berbeda kualitasnya.  Ini juga akan berdampak pada apa yang diserap dan diterima oleh mahasiswa," kata Ashari kepada Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Baca:  Rektor UNS Yakin Honorarium Kembalikan Gairah Dosen Meneliti

    Kata Ashari, pengaruhnya kepada mahasiswa sangat terasa. Mahasiswa akan banyak menerima materi dan pengalaman sang dosen selama proses penelitian. Materi yang diterima juga tidak terpaku pada baju mata kuliah yang diajarkan. 

    "Malah banyak sekali mahasiswa yang diikutsertakan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa juga akan mendapatkan fasilitas keilmuan yang baik kalau diikutsertakan dalam penelitian," jelas Ashari.

    Sebelumnya, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristekdikti akan membawa isu diberikannya kembali honorarium bagi dosen peneliti ke Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan tiga lembaga negara. Ketiga lembaga negara tersebut adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kemenristekdikti (Inspektorat Jenderal), dan Kemenkeu (Direktorat Jenderal Anggaran).

    Baca:  Honorarium Dosen Peneliti akan Dibahas Tiga Lembaga Negara
     

    Meski wacana honorarium bagi dosen peneliti ini masih berada dalam tahap awal, namun diharapkan sudah dapat diterapkan di 2020. “Kami merencanakan ke depan itu akan mengadakan FGD dengan BPK, Ditjen Anggaran (Kemenkeu) dan Itjen (Kemenristekdikti)," kata Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemenristekdikti, Ocky Karna Radjasa kepada Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Materi yang akan dibahas dalam FGD meliputi usulan honor bagi dosen peneliti, peningkatan status SK Dirjen Perbendaharaan nomor 9 tahun 2019 tentang Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) Peraturan Dirjen Perbendaharaan nomor 7 tahun 2019. Selain itu soal pencairan dana riset ke perguruan tinggi atau institusi riset.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id