Masih PDP, Hasil Tes Covid-19 Bambang Sutrisna Belum Keluar

    Guru Besar UI Meninggal, Anak: 'Plis' Jangan Bandel, #dirumahaja

    Ilham Pratama Putra - 23 Maret 2020 19:28 WIB
    Guru Besar UI Meninggal, Anak: 'Plis' Jangan Bandel, #dirumahaja
    Kampus UI. Foto/Dok. UI.
    Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mengonfirmasi salah satu Guru Besarnya, Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc meninggal dunia. Bambang yang masih berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) ini meninggal pada hari ini pukul 08.30 WIB.

    Lewat keterangan putrinya, Leonita Triwachyuni, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu dinyatakan sebagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus korona atau coronavirus disease 2019 (covid-19).  Leonita menyebut ayahnya diduga tertular virus Korona dari seorang pasien yang memaksa ingin pulang dari Rumah Sakit.

    "Ayah saya bisa dibilang bandel, disuruh jangan praktik bilangnya kasihan. Ternyata pasien kasihan itu suspect covid dengan rontgen paru sudah putih. Pasien tersebut yang pulang paksa dari RS Bintaro kerena ini dan itu," tulis Leonita dalam akun Instagramnya @nonznonz yang diunggah Senin, 23 Maret 2020.

    Semenjak menangani pasien tersebut, ayahnya mengalami demam dan sesak. Dia menyebut pihak keluarga lantas membawa Bambang ke rumah sakit, namun kondisi tak juga membaik.

    "Dibawa ke RS, sesak ga membaik, saturasi terus turun, RJP, intubasi dan meninggal," lanjut Leonita.

    Atas kejadian ini, dia meminta seluruh pihak untuk belajar dari pengalaman ayahnya. Instruksi agar melakukan isolasi secara mandiri di rumah agar benar-benar diterapkan.

    "Saya tulis ini cuma mau minta tolong, plis untuk yang punya pilihan, jangan bandel #dirumahaja dan yang udah di RS jangan bandel sampe pulang paksa," tulis Leonita.

    Leonita mengaku kesal jika saat ini masih banyak masyarakat yang tak peduli dengan kesehatan orang lain. Pilihan untuk bertahan di rumah baginya adalah cara melindungi orang lain pula.

    "Saya marah karena ada orang egois yang enggak mau nurut dan bawa penyakit ke keluarga kita.  Jujur saya dua minggu tidak pulang karena kerja di Rumah Sakit, takut ketemu orang tua yang harus dilindungi," sesalnya.

    Menurut Leonita, yang menyedihkan untuk pasien suspect covid-19 adalah ia harus meninggal sendirian dan sesak sendirian.  "Meninggal sendirian, sesak sendirian, mau minta tolong? ga ada perawat berjaga, ruangan isolasi tertutup, keluarga ga bisa lihat," ungkapnya.

    Kondisi itu pula yang membuat Bambang Sutrisna terpaksa menelepon anak dan menantunya di tengah malam untuk meminta tolong.  "Saya sampai telepon RS untuk kasih tau, karena keluarga ga bisa masuk.  Jadi selama kalian punya hidup yang kalian hargai, punya keluarga yang kalian kasihi yang masih hidup, plis jangan menambah penyebaran virus," tutup Leonita.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id