UGM Perkuat Jati Diri Sebagai Universitas Pusat Kebudayaan

    Citra Larasati - 30 Juli 2020 14:57 WIB
    UGM Perkuat Jati Diri Sebagai Universitas Pusat Kebudayaan
    Kampus UGM, UGM/Humas.
    Jakarta:  Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar sidang pleno UGM sebagai jati diri Universitas Pusat Kebudayaan. Sebelumnya, DGB UGM juga telah melakukan serangkaian kegiatan workshop secara paralel sejak Juni 2020.

    Dewan Guru Besar UGM melihat potensi dan peluang yang dimiliki oleh UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaan perlu diperkuat.  Untuk itu DGB UGM melakukan perumusan visi misi, model dan konsep UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaan 2050. 

    "Untuk merumuskan konsep tersebut DGB menggelar sidang pleno UGM," kata Ketua Dewan Guru Besar, Koentjoro, Kamis, 30 Juli 2020.

    Koentjoro mengatakan, UGM selama ini dikenal dengan jati dirinya sebagai Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan dan Universitas Pusat Kebudayaaan.  Dalam perjalanannya, UGM selama ini telah secara menerus dan berkesinambungan serta konsisten melaksanakan hal-hal yang terkandung di dalam jati diri UGM tersebut.

    Baca juga:  Nadiem Pinjam Laptop Guru, Sapa Siswa Sedang Belajar Daring

    Namun, dari ke lima jati diri itu, masih dirasakan terdapat salah satu jati diri yaitu sebagai Universitas Pusat Kebudayaaan yang belum dapat diaktualisasikan secara optimal. Baik secara implisit maupun eksplisit dibandingkan dengan keempat jati diri lainnya. 

    “Tidak dapat dipungkiri bahwa jati diri UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaaan memiliki peran sentral dan penting dalam mewujudkan tujuan didirikannya UGM pada tujuh dekade yang lalu,” papar Koentjoro.

    Menurut Koentjoro kebudayaan pada hakikatnya memiliki peran dan fungsi sangat sentral dan penting.  Terutama dalam mengarahkan sekaligus memberikan orientasi terhadap setiap usaha untuk mencapai tujuan terkait jati diri UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaaan.

    Juga potensi dan peluang yang dimiliki UGM dalam mengaktualisasikan jati diri UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaaan sangat besar.  Hal itu ditunjukkan oleh keragaman keilmuan, jumlah dan tingkat kualitas yang tinggi terkait kompetensi dosen dalam mengembangkan keilmuan yang dimiliki.

    "Dukungan tenaga kependidikan yang memadai serta jumlah dan keragaman asal para mahasiswa yang dimiliki meliputi seluruh wilayah nusantara yang memiliki keragaman budaya," tutup Koentjoro.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id