Nadiem Undang Mahasiswa Jadi Relawan Pencegah Korona

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 20 Maret 2020 23:47 WIB
    Nadiem Undang Mahasiswa Jadi Relawan Pencegah Korona
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengundang mahasiswa tingkat akhir yang kuliah di bidang kesehatan untuk menjadi relawan pencegahan Virus Korona. Para relawan ini nanti akan fokus untuk melakukan edukasi, pencegahan dan pengendalian pandemi Korona.

    Nadiem mengatakan, dalam situasi darurat seperti ini generasi muda Indonesia bisa ikut andil untuk negara, dengan menjadi pahlawan medis. Meski begitu ia menegaskan, ini merupakan gerakan sukarela.

    "Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutuhkan pahlawan-pahlawan medis yang berjuang bersama demi masyarakat,” kata Nadiem dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Nantinya kata Nadiem para relawan ini tidak serta merta langsung menangani pasien. Melainkan akan disebar, di antaranya untuk membantu program-program komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, melayani call center, dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya.

    “Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," jelas mantan Bos Gojek ini.

    Bagi mahasiswa yang menjadi relawan, nantinya akan diganjar insentif dari Kemendikbud. Selain itu juga mendapatkan sertifikat pengabdian kepada masyarakat.

    "Ini dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program Co-As atau sebagai satuan kredit semester,” terang Nadiem. 

    Saat ini Kemendikbud telah meminta bantuan Rektor atau Direktur Politeknik Kesehatan untuk mendorong Dekan Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat menyosialisasikan inisiatif ini kepada mahasiswa tingkat akhir/Co-Asssistant (Co-As).  Para mahasiswa ini diharapkan secara sukarela bergotong royong sebagai relawan kemanusiaan guna mendukung pencegahan meluasnya covid-19.

    Proses koordinasi dengan berbagai pimpinan perguruan tinggi terus dilakukan.  Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). 

    "Kerja sama ini untuk menggerakkan para mahasiswa kedokteran yang ingin terlibat dan mendukung upaya pemerintah untuk menjadi relawan memerangi Covid-19,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Kemendikbud Nizam.

    Lebih lanjut Nizam menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi terkait detail teknis pendaftaran, pelatihan, dan berbagai dukungan yang dibutuhkan untuk menjalankan inisiatif ini. Sampai saat ini, Kemendikbud telah mengoordinasikan dan mengonsolidasikan 26 Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan sebagai sub-center untuk screening dan penanganan pasien covid-19.

    Selain itu, Kemendikbud juga sudah meminta Rumah Sakit milik universitas di Indonesia untuk dapat ikut merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Pasien covid-19. Ini sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/0883/2020 tentang Jejaring Pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit Pemberi Pelayanan Nonrujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). 

    Tercatat, ada sepuluh rumah sakit milik universitas yang diminta membantu. Kesepuluh universitas tersebut adalah Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Tanjungpura.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id