Anies Kritik KIP, Populer Tapi Tak Meningkatkan Mutu Pendidikan

    Ilham Pratama Putra - 26 Juni 2020 11:28 WIB
    Anies Kritik KIP, Populer Tapi Tak Meningkatkan Mutu Pendidikan
    Gubernur DKI Jakarta, Anies BAswedan. Foto: Zoom
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak mampu menjamin peningkatan mutu siswa. Menurut Anies, program tersebut hanya bentuk lain dari bantuan sosial.

    "Ini sebenarnya bantuan sosial untuk kegiatan belajar mengajar, tapi tidak langsung meningkatkan pada peningkatan mutu pendidikannya," kata Anies dalam Konferensi Video, Kamis, 25 juni 2020. 

    Meski begitu Anies tak menampik, bahwa program tersebut merupakan program yang populer. Hanya saja sangat disayangkan program KIP itu tak bisa digolongkan sebagai alat pendorong pendidikan ke arah yang lebih baik.

    Baca juga:  Sekolah Swasta Sering Dianggap Bawahan Pemerintah

    Menurut Anies, seharusnya program yang paling tinggi urgensinya adalah peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan peningkatan kualitas guru. Serta harus ada pula program yang mendorong perbaikan sarana dan prasana sekolah.

    “Misalnya dibikin pelatihan. Dan hal itu merupakan intervensi yang serius,” ujar Anies.

    Terkait dengan peningkatan mutu, Anies juga ingin kualitas sekolah negeri dan swasta dapat disejajarkan. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus membantu memberikan arahan kolaborasi bagi sekolah swasta maupun negeri.

    "Perlu ada guide line lebih jauh, membuat pemerataan pendidikan kita baik negeri maupun swasta,” ujarnya.

    Kolaborasi ini, kata Anies, agar sekolah di satu provinsi memiliki standar yang sama dan saling mendukung. Agar tidak ada perbedaan rasa saat siswa berada di sekolah negeri maupun swasta.

    Lebih lanjut, Anies juga berbicara soal ketimpangan perhatian sekolah. Menurutnya, saat ini sekolah negeri terlalu mendapat perhatian lebih.

    "Masih ada sekolah swasta ini secara infrastruktur lemah, ekonomi sosialnya tidak kuat. Di situ, perlu langkah khusus pemerintah pusat dan daerah untuk membantu sekolah swasta menyelesaikan masalah. Tujuannya kembali pada penyerataan tadi," jelasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id