Ketua Komisi X: Ada Kesenjangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi

    Arga sumantri - 07 Oktober 2020 16:31 WIB
    Ketua Komisi X: Ada Kesenjangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi
    Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Zoom
    Jakarta: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyatakan masalah pendidikan tinggi di Indonesia sudah terlihat dari konteks kelembagaan. Ia mengatakan, ada gap atau kesenjangan dari sisi kelembagaan pendidikan tinggi.

    Huda menjelaskan, dalam agenda Kampus Merdeka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menetapkan standar yang cukup tinggi. Huda menyatakan, Nadiem ingin ada transformasi di seluruh kampus Indonesia. 

    Dalam konteks ini, pertanyaan yang muncul adalah bisa tidaknya standar tinggi terlaksana dengan memperhatikan kondisi kampus saat ini.

    "Pada level ini, ada gap yang cukup tinggi banget antara target tranformasi pendidikan tinggi dengan kondisi hari ini," kata Huda dalam diskusi daring bertajuk 'Menyelamatkan Kualitas Sarjana di Masa Pandemi' yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Baca: Efektivitas Belajar Daring Bagi Mahasiswa Perlu Solusi Nyata

    Ia mencontohkan penerapan Kampus Merdeka yang salah satunya menyangkut syarat pembukaan program studi baru dan akreditasi. Menurut Huda, konsep ini secara terbuka ditolak oleh asosiasi kampus swasta di Indonesia. 

    "Karena merasa standar cukup tinggi dan enggak membayangkan bisa memenuhinya, gap ini perlu dicari solusinya, ini konteks kelembagaannya. Pada level kelembagaan sudah sangat ada masalah luar biasa," bebernya.

    Huda menambahkan, Ada 1.500 kampus yang menyebar di berbagai wilayah indonesia. Kampus-kampus ini mengalami kesulitasn keuangan akibat pandemi. Sekitar 500 di antaranya, kata Huda, collaps karena masalah keuangan kampus dan akhirnya tidak bisa melaksanakan kuliah, termasuk daring. 

    Pada konteks ini, kata dia, perlu ada langkah besar Kemendikbud supaya kampus di Indonesia bisa bertranformasi cepat untuk mengisi berbagai kekurangan dan berbagai masalah yang ada selama ini. "Mengenai mutu, relevansi, tata kelola, manajemen, dan seterusnya," ujarnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id