800 Pelajar di NTB Menikah Dini Sepanjang 2020

    Antara - 06 Mei 2021 07:32 WIB
    800 Pelajar di NTB Menikah Dini Sepanjang 2020
    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Aidy Furqan. Foto: ANT/Nur Imansyah



    Mataram:  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 800 orang siswa di wilayah itu menikah di usia dini sepanjang tahun 2020.

    "Totalnya ada 800 orang siswa kita yang menikah. Itu yang sudah melapor secara resmi, di luar itu kita tidak tahu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Aidy Furqan di Mataram, Rabu, 5 Mei 2021.

     



    Ia menyebutkan, 800 orang siswa yang menikah di usia dini ini didominasi oleh siswa perempuan, sedangkan siswa laki-laki sedikit. "Jadi mereka ini tersebar di sejumlah sekolah di NTB dan paling dominan itu siswa perempuan," ujarnya.

    Aidy mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab siswa-siswa tersebut memutuskan menikah dini dengan status masih sebagai pelajar. Meski demikian, ia menegaskan bukan karena peniadaan belajar tatap muka akibat pandemi covid-19.

    "Kalau apa penyebabnya kita tidak bisa deteksi soal itu. Apakah ada hubungan dengan korona juga tidak, karena ini data 2020 sedangkan 2021 belum terdata," terang Aidy.

    Menurutnya, meski para siswa ini sudah menikah hingga sudah memiliki anak, pihaknya tidak serta merta langsung melarang siswa tersebut bersekolah. Mereka tetap melanjutkan sekolah meski bukan di sekolah sebelumnya melainkan mereka melanjutkan di sekolah terbuka.

    "Mereka yang menikah ini tidak langsung putus sekolah. Kami carikan solusi agar mereka tetap melanjutkan sekolahnya. Polanya itu kita carikan guru sebagai pengajar untuk tetap belajar di sekolah terbuka. Cuma karena sekolah terbuka jadi tidak pakai seragam," ucapnya.

    Baca juga:  Nadiem: Kualitas PJJ Terus Menurun

    Terkait banyaknya siswa yang menikah di usia dini tersebut, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya orang tua untuk tetap menjaga dan mengawasi putra dan putrinya. Bahkan, untuk menekan angka pernikahan dini, Provinsi NTB sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

    "Melihat perkembangan yang tinggi kita sudah melaksanakan dan mencari solusi untuk menekan persoalan ini, karena kalau menghambat berat. Salah satunya melalui penerapan Perda dan sejauh ini efektif. Masyarakat juga kita minta juga ikut menekan supaya pernikahan dini ini bisa dicegah," katanya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id