Muhammadiyah: Substansi SKB Seragam Sekolah Jamin Kebebasan Beragama

    Arga sumantri - 06 Februari 2021 19:29 WIB
    Muhammadiyah: Substansi SKB Seragam Sekolah Jamin Kebebasan Beragama
    Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Foto: Dok Muhammadiyah.



    Jakarta: Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyoroti terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam sekolah. Menurut dia, SKB tersebut bukan masalah yang perlu dibesarkan.

    "Di negara-negara maju, seragam tidak menjadi persoalan karena tidak terkait mutu pendidikan," kata Mu'ti mengutip akun Instagram pribadinya, @abe_mukti, Sabtu, 6 Februari 2021.






    Baca: Fakta-Fakta Tentang SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah

    Ia mengaku telah mencermati substansi dan tujuan SKB seragam sekolah itu. Menurut dia, SKB tersebut tidak ada masalah. Substansinya pun justru menjamin kebebasan menjalankan ajaran agama sebagaimana diatur dalam Pasal 29 UUD 1945.

    "SKB tidak melarang peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan memakai seragam yang sesuai dengan agama dan keyakinan. SKB juga melarang semua bentuk pemaksaan pemakaian pakaian dan seragam yang tidak sesuai dengan agama dan keyakinan," terangnya.

    Baca: Isi Lengkap SKB 3 Menteri Terkait Penggunaan Seragam Sekolah

    Ia menekankan, sekolah adalah miniatur kerukunan internal dan antar umat beragama. Yang perlu ditanamkan, kata dia, adalah wawasan, sikap, dan kesadaran hidup rukun, damai, dan terbuka. 

    "Sehingga terbina persatuan di tengah kebhinekaan suku, budaya, dan agama," ujarnya.

    SKB Tiga Menteri tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan resmi diterbitkan. SKB diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

    SKB Tiga Menteri ini muncul imbas polemik aturan seragam di SMKN 2 Padang, Sumatra Barat, yang menyedot perhatian publik, beberapa waktu lalu. Sekolah tersebut menganjurkan seluruh siswinya memakai jilbab, termasuk nonmuslim. Peristiwa ini menyeruak ke permukaan usai viral di media sosial.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id