Mensesneg: Kurikulum Pendidikan Perlu Direlaksasi

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Agustus 2019 18:12 WIB
    Mensesneg:  Kurikulum Pendidikan Perlu Direlaksasi
    Mensesneg, Pratikno saat menjadi pembicara di SCKD 2019. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
    Jakarta:  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengusulkan, pendidikan menengah dan tinggi untuk fokus pada produktivitas nasional agar optimal memanfaatkan bonus demografi.  Untuk itu, perlu dilakukan relaksasi kurikulum dalam waktu dekat.

    Indikator produktivitas nasional di antaranya berkarya, menguasai the emerging skill dan menguasai the emerging knowledge entrepreneur, serta mengisi the emerging job.  Untuk mewujudkan itu salah satu metodenya adalah melakukan relaksasi kurikulum dengan konsep 50:50.

    Baca:  Diaspora Diharapkan Berkontribusi Wujudkan SDM Unggul

    Yakni 50 persen compulsory subject dan 50 persen sisanya diisi dengan program magang, belajar keorganiasian dan perusahaan bermutu,  "Risikonya content mastery, delivery content pengetahuan yang berjubel sekarang ini justru kita kurangi.  Usulan yang tadi saya lemparkan supaya ada space untuk meningkatkan produktivitas mereka agar siap dikirim ke Industri," kata Pratikno dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2019.

    Langkah selanjutnya, terang pria kelahiran Bojonegoro ini, adalah meningkatkan kerja sama dengan industri. Kemudian pemerintah pusat memberikan insentif yang kuat pada dunia industri agar berminat menjadi mentor.

    Ia yakin industri bakal tertarik. Perusahaan akan mendapatkan talenta yang mumpuni.  "Bagaimana industri enggak senang mendapat orang baik dan kemudian anak-anak baik ini dididik oleh mereka tapi dihargai oleh universitas.  Kalau selama mereka bekerja kan harus keluar, sekarang ini yang saya usulkan bekerja sama saja dengan kampus," imbuhnya. 

    Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Tahun 2019. Acara SCKD ini dilaksanakan dari 18 hingga 25 Agustus 2019, mengundang 52 ilmuan diaspora Indonesia yang tersebar di 15 negara di dunia.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id