ITB Ciptakan Alat Pendeteksi Penyakit Kardiovaskuler

    Intan Yunelia - 13 Desember 2019 19:22 WIB
    ITB Ciptakan Alat Pendeteksi Penyakit Kardiovaskuler
    Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA) alat deteksi penyakit kardivaskuler buatan ITB. Foto: ITB/Humas
    Jakarta:  Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat untuk mendeteksi penyakit kardiovaskuler. Alat ini diberi nama Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA).

    Ketua tim pembuat NIVA dari Kelompok Keahlian Teknik Biomedika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB,  Tati Erawati Rajab Mengko menjelaskan, penelitian mengenai alat NIVA ini telah dimulai sejak 2013 lalu.  Kala itu menggunakan dana Penelitian Unggulan Strategis Nasional dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) selama tiga tahun.

    “Saat itu muncul satu ide yang dipacu oleh permintaan dari dokter bahwa apakah kita bisa membuat  sebuah peralatan yang dapat mendeteksi lebih awal akan gejala terjadinya sumbatan di dalam pembuluh darah,” kata Tati dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jumat, 13 Desember 2019.

    NIVA yang merupakan perangkat noninvasif menggunakan sensor PPG (photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah ini akan menganalisis pembuluh darah yang ada di dalam tubuh manusia. “Alat ini dirancang untuk mengukur fungsi Vaskuler dengan enam parameter, dan tingkat risiko Vaskuler untuk lima parameter secara sekaligus," ujar Tati.

    Penyumbatan pembuluh darah biasanya terjadi karena terdapat plak-plak di dalam pembuluh darah. Plak tersebut muncul disebabkan pembuluh darah tidak licin karena Nitric Oxide (NO) berkurang. NO ini sangat berperan dalam menjaga tingkat kelenturan dari pembuluh darah.

    Tak hanya itu, bertambahnya umur manusia ikut mempengaruhi produksi NO pada lapisan endothelial yaitu lapisan paling dalam pembuluh darah manusia, sehingga kelenturan pembuluh darah juga ikut berkurang. Hal tersebut berakibat pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi.

    Terkait kesehatan pembuluh darah memang sangat mahal pengobatannya. Karena itu, peralatan ini dapat membantu BPJS dalam mendeteksi risiko penyakit stroke dan jantung.

    "Maka dari itu, adanya peralatan ini diharapkan bisa mendeteksi penyakit tersebut sedari awal. Dengan alat ini, jika hasil dari parameternya kurang baik, kita bisa segera melakukan pengobatan ke dokter sebelum terjadi hal yang lebih buruk lagi," papar Tati.

    NIVA ini juga bekerja sama dengan PT. Selaras. Alat ini siap diproduksi massal agar dapat berguna bagi masyarakat banyak.

    Saat ini NIVA sudah diuji coba dan dipakai di dua rumah sakit, yaitu di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    Ke depannya, alat tersebut juga akan dilakukan uji coba di Rumah Sakit Unair Surabaya, Rumah Sakit Sardjito, dan di Rumah Sakit Gatot Subroto.

    Keberadaan NIVA ini merupakan solusi terintegrasi untuk mengukur kesehatan pembuluh darah. Melalui pendekatan kerja sama dengan industri ini, harga produksi dapat ditekan.

    Selain itu, peralatan ini akan menjadi perangkat screening yang efektif untuk mengurangi jumlah pasien yang harus mendapat tindakan medis. Perangkat ini juga diharapkan dapat mengurangi impor dan mendongkrak kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan berbagai peralatan medis lainnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id