comscore

Ahli Gizi Unpad Sarankan Peserta UTBK SBMPTN Sarapan Agar Optimal Hadapi Ujian

Renatha Swasty - 19 Mei 2022 17:38 WIB
Ahli Gizi Unpad Sarankan Peserta UTBK SBMPTN Sarapan Agar Optimal Hadapi Ujian
Ilustrasi sarapan. Pexel
Jakarta: Peserta UTBK-SBMPTN 2022 mesti menyiapkan sejumlah hal sebelum menghadapi ujian. Salah satunya, sarapan.

Ahli Gizi Universitas Padjadjaran (Unpad) Siska Wiramihardja menjelaskan sarapan sebelum ujian bukan sekadar membuat kenyang. Tetapi, memiliki manfaat besar bagi tubuh.
Siska menjelaskan dua peran utama sarapan bagi tubuh. Pertama, sumber energi bagi otak. Makan pagi menyediakan zat gizi utama yang dibutuhkan otak setelah habis berpuasa melalui istirahat di malam hari.

“Sarapan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, lebih konsentrasi dan fokus yang memungkinkan performa ujian menjadi lebih optimal,” kata Siska dikutip dari laman unpad.ac.id, Kamis, 19 Mei 2022. 

Kedua, melindungi tubuh dari penyakit. Siska menjelaskan di masa transisi pandemi menuju endemi, peserta ujian membutuhkan imunitas tubuh optimal saat ujian luring. Salah satu upaya meningkatkan imunitas tubuh adalah menerapkan pola gizi seimbang sesuai rekomendasi WHO.

Kemenkes RI memasukkan sarapan sebagai salah satu dari 10 pesan gizi seimbang. Hal ini didasarkan, makan pagi menyediakan sekitar 20 persen dari kebutuhan nutrisi harian, sehingga asupan energi, vitamin, dan mineral dapat lebih terpenuhi.

Hal ini memungkinkan tubuh untuk dapat melakukan fungsinya secara optimal, termasuk di antaranya meningkatkan imunitas tubuh.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad tersebut mengatakan sarapan juga membantu menjaga suasana hati (mood). Sehingga tidak mudah emosi dan tetap tenang selama menjalani ujian.

“Sarapan juga membantu mencapai/menjaga berat badan ideal sehingga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit,” tutur dia. 

Efek mengabaikan sarapan

Siska menyebut ada sejumlah dampak yang ditimbulkan dan berakibat pada terganggunya performa saat ujian bila peserta melewatkan waktu sarapan. Beberapa dampak yang ditimbulkan ketika mengabaikan sarapan adalah lambung menjadi kosong terlalu lama.

Hal ini akan memicu meningkatnya asam lambung sehingga dapat menimbulkan mual dan muntah. Asupan gizi ke tubuh juga akan berkurang, sehingga kadar gula darah menjadi sangat rendah.

“Pada kondisi tertentu dapat menimbulkan gejala timbul keringan dingin, mata berkunang-kunang, lemas, bahkan pingsan,” tutur Siska.

Siska mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan mereka yang melewatkan sarapan memiliki kadar hormon stres lebih tinggi dibandingkan dengan yang sarapan. Selain itu, melewatkan sarapan dapat mengganggu suasana hati dan menurunkan produktivitas.

Dia mengingatkan bagi peserta yang sedang menjalani program penurunan berat badan, melewatkan sarapan bukan hal bijak. Hal ini akan memudahkan peserta tergoda mengkonsumsi makanan olahan tinggi kalori pada jam makan berikutnya.

“Hal ini makin meningkatkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan lain-lain,” ucap Siska.

Biasakan sarapan seimbang

Siska menuturkan peserta wajib sarapan agar proses UTBK-SBMPTN dapat dihadapi dengan baik. Sesuai rekomendasi Kemenkes RI, makan pagi sebaiknya memenuhi pola gizi seimbang dan tidak berlebihan.

Siska memaparkan menu sarapan ideal sebaiknya mengandung bahan makanan sumber karbohidrat (pilihan makanan: nasi, tim, bubur, lontong, kentang, ubu, singkong, jagung, mi, atau roti), bahan makanan sumber protein hewani dan nabati (telur, ayam, ikan, daging, susu, kacang-kacangan, tahu, hingga tempe), serta serat dari sayuran dan buah-buahan.

Ketiga bahan makanan tersebut wajib ada dalam menu makan pagi. Buah-buahan sendiri dapat menjadi makanan atau minuman penutup atau dapat dikonsumsi sebagai camilan selepas menjalani ujian.

“Bagi penyuka sereal, dapat memilih rolled oat dengan kandungan kacang dan buah-buahan, dikonsumsi dengan yoghurt/susu, atau dengan salad sayuran,” tutur dia. 

Peserta sebaiknya menghindari menu sarapan yang tidak lengkap. “Makan dengan menu tidak lengkap sebaiknya dihindari. Misal hanya minum susu saja, tanpa ada sumber karbohidrat atau serat, atau hanya makan roti/kue/mi saja tanpa ada bahan makanan sumber protein dan serat,” ujar dia. 

Baca: Simak, Ini 5 Tips Persiapan UTBK 2022 Saat Hari-H



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id