comscore

Kemendikbudristek: PTM Harus Utamakan Keselamatan Guru dan Siswa

Antara - 14 April 2022 11:07 WIB
Kemendikbudristek: PTM Harus Utamakan Keselamatan Guru dan Siswa
Ilustrasi PTM di Kota Malang. Branda Antara
Jakarta: Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen kembali berjalan seiring menurunnya kasus covid-19. Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kurniawan mengatakan pelaksanaan PTM harus mengutamakan keselamatan guru dan siswa.
 
"Kemendikbudristek mendukung penerapan PTM 100 persen dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan capaian pembelajaran," ujar Kurniawan dikutip dari Antara, Kamis, 14 April 2022.

Kurniawan memerinci berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM terbatas, dari total 55 juta peserta didik usia 6 tahun ke atas sebanyak 88 persen (48,32 juta) sudah menerima vaksin covid-19 dosis satu. Kemudian, 71 persen (39,06 juta) sudah lengkap menerima dosis dua.
Kemendikbudristek juga telah mencabut Surat Edaran terkait diskresi PTM. Diskresi itu tertuang dalam Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 22 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
 
“Kami sangat berharap pendidik dan tenaga pendidikan harus sehat, salah satunya mereka telah divaksin. Keselamatan dan kesehatan harus bisa dijalankan dengan baik,” kata Kurniawan.
 
Ketentuan pelaksanaan PTM 100 persen mengacu SKB 4 Menteri di antaranya, capaian vaksinasi dosis dua bagi pendidik dan tenaga kependidikan lebih dari 80 persen. Capaian vaksinasi lansia dosis dua di atas 50 persen dan vaksinasi peserta didik terus berlangsung.

Lalu, jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas. Terakhir, lama belajar paling banyak enam jam pelajaran tiap hari.
 
“Kolaborasi guru dan orang tua murid harus sangat baik, jangan sampai saat di sekolah tidak menjalankan protokol kesehatan terutama saat menggunakan masker. Dengan memberikan pemahaman protokol kesehatan dengan baik, semua akan terjaga,” kata Kurniawan.
 
Kurniawan mengatakan penerapan PTM 100 persen merupakan solusi untuk memulihkan pendidikan Indonesia akibat hilangnya pembelajaran atau learning loss yang terjadi selama pandemi covid-19. Penyelenggaraan pembelajaran daring telah menciptakan penurunan capaian belajar karena terjadi kesenjangan akses dan kualitas.
 
"Learning loss telah terjadi dan dalam rangka pemulihan belajar, Menteri Nadiem (Mendikbudristek Nadiem Makarim) juga menerapkan Kurikulum Merdeka,” papar Kurniawan.
 
Fasilitator Ibu Penggerak Sidina Community/Orang Tua Siswa, Suciarti Wahyuningtyas, menyebut orang tua memiliki peran krusial mendukung PTM 100 persen. Orang tua perlu memberikan rasa percaya dan aman terhadap anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar tatap muka langsung tersebut.
 
"Orang tua juga diharapkan memberikan contoh baik dalam penerapan protokol kesehatan sebagai panutan anak-anak. Semoga dengan pelaksanaan PTM 100 persen dapat mengendalikan learning loss pada anak-anaknya,” kata Suciarti.
 
Kepala Sekolah SDN Rawa Badak Selatan 01/ Koordinator Regional Jawa Komunitas Kami Pengajar, Walisa Tri Agustiningsih, mendukung kembalinya penerapan PTM 100 persen. Menurut dia, proses pembelajaran akan jauh lebih efektif. Ikatan emosional yang selama ini belum terjalin dengan maksimal juga bakal semakin membaik.
 
“PTM 100 persen menghilangkan rasa kangen siswa dan juga guru, dalam proses belajar mengajar dan merasakan sekolah yang benar-benar ramai dengan segala hingar bingarnya. Dengan dilaksanakannya PTM 100 persen secara nasional mampu membuat semangat dan sinergitas belajar peserta didik semakin berkembang," kata Walisa.

Baca: Menghadapi PTM, Sekolah di Jakarta Disarankan Terapkan Ini
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id