Hadapi Persaingan, Kampus Islam Swasta Diminta Menguatkan Personal Branding

    Arga sumantri - 17 November 2021 11:20 WIB
    Hadapi Persaingan, Kampus Islam Swasta Diminta Menguatkan Personal Branding
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah



    Jakarta: Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) diminta menguatkan personal branding, yaitu pembentukan persepsi masyarakat atau publik terhadap aspek yang dimiliki seseorang, agar berkontribusi signifikan pada kampus. Hal tersebut dinilai penting guna menghadapi persaingan di era saat ini.

    Kasubdit Ketenagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori menjelaskan, persoal branding yang dimaksud ialah penguatan aspek kepribadian, kemampuan, nilai, serta persepsi positif yang ditimbulkan atau ada dalam diri individu. 

     



    "Kalau PTKIS seperti An-Nur bersaing mengalahkan UIN dan PTN, ukurannya dari lengkapnya sarana dan prasarana, banyaknya jumlah professor, jumlah doktor akan sulit rasanya," kata Ruchman mengutip siaran pers Kemenag, Rabu, 17 November 2021.

    Ia mengatakan, para mahasiswa harus dipacu untuk menulis artikel, opini dan karya ilmiah. Kemudian, berani untuk mengikuti berbagai kompetisi, juga dosennya, untuk menulis di jurnal bereputasi internasional, sebagai ikhtiar konkrit personal branding. 

    Ruchman mengapresiasi kegiatan orasi ilmiah IAI An-Nur Lampung Selatan yang diikuti kurang lebih 250 orang mahasiswa S1 dan Pascasarjana. Ada juga sejumlah dosen dan pimpinan perguruan tinggi. 

    "Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada IAI An-Nur Lampung sebagai perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren, yang kini berkembang sangat pesat, dengan jumlah mahasiswa mencapai 7.000-an," kata Ruchman.

    Baca: Daftar 50 Universitas Islam Terbaik di Dunia, 18 Kampus Indonesia Ungguli Al Azhar Kairo

    Mantan Aktivis ’98 ini juga menyampaikan pentingnya mahasiswa aktif berada di garda terdepan melawan paham intoleransi dan radikalisme yang mengganggu kehidupan keagamaan dan kebangsaan. "Jadilah duta moderasi beragama yang aktif dengan mendesiminasikan paham Islam yang moderat, inklusif dan toleran ke tengah-tengah masyarakat," jelas Ruchman.  

    Rektor IAI An-Nur Andi Warisno mengatakan, saat ini IAI An-Nur memiliki mahasiswa kurang lebih 7.000 orang dan 137 dosen tetap, dua di antaranya Guru Besar. IAI An-Nur juga memiliki 23 doktor, sementara 35 dosen lainnya masih menyelesaikan studi S3. IAI An-Nur adalah satu-satunya PTKIS yang membuka program doktor pertama di Sumbagsel. 

    "Kami berharap ke depan semua Program Studi (Prodi) terakreditasi unggul dan mengharap Kemenag untuk memfasilitasi atas berbagai upaya kemajuan lainnya," jelasnya. 

    IAI An-Nur yang berlokasi di Jl. Pesantren No. 01 Sidoharjo, Jati Agung, Lampung Selatan, menjadi PTKIS yang berkembang pesat di tengah persaingan. Kurang lebih 600 mahasantri tinggal di pesantren kampus, dengan kajian-kajian kitab kuning dan Islamic Studies lainnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id