Sekolah Hanya Boleh Ikut Satu 'Program Penggerak'

    Ilham Pratama Putra - 04 Februari 2021 19:40 WIB
    Sekolah Hanya Boleh Ikut Satu 'Program Penggerak'
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah



    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru saja meluncurkan kebijakan merdeka belajar episode ke tujuh, yakni Program Sekolah Penggerak. Sebelumnya, Kemendikbud diketahui juga meluncurkan Program Organisasi Penggerak (POP), ada juga program Guru Penggerak.

    Kedua program ini memiliki kemiripan yang khas. Sekolah akan sama-sama mendapat pembinaan untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.






    Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen), Kemendikbud Jumeri memastikan tak ada sekolah yang mendapatkan dua program tersebut sekaligus. Satu sekolah hanya akan menerima satu program.

    "Jadi sekolah yang ditransformasi oleh POP dan Sekolah Penggerak ini berbeda. Jadi tidak ada yang menerima program ganda," kata Jumeri  dalam Bincang Pendidikan dan Kebududayaan secara virtual, Kamis 4 Februari 2021.

    Baca: Ini Perbedaan Tiga 'Program Penggerak' Kemendikbud

    Guna menghindari satu sekolah menjalankan dua program, Kemendikbud pun akan melakukan pengawasan. Jumeri mengatakan sekolah yang sudah masuk Program Sekolah Penggerak tidak akan menjadi sasaran Organisasi Masyarakat yang bergabung dalam POP.

    "Jadi yang sudah diintervensi (sebagai) Sekolah Penggerak nanti daftar (Sekolah Penggerak) itu akan diberikan pada POP. Jadi mereka (Ormas) tidak boleh melakukan intervensi pada sekolah yang kita tetapkan sebagai Sekolah Penggerak," jelas Jumeri.

    Jumeri memastikan data antara Sekolah Penggerak dan sekolah yang akan disentuh ormas dalam POP akan disinkronisasi. Dengan begitu, tak ada satu sekolah yang terdata di dua program.

    "Karena yang Sekolah Penggerak akan lebih dulu (datanya masuk). POP agak belakangan," tutup Jumeri.

    Baca: Lolos Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah Tak Boleh Pindah Selama 4 Tahun

    Adapun perbedaan mencolok antara Program Sekolah Penggerak dan POP ialah pihak yang melakukan intervensi. Sekolah Penggerak merupakan seleksi yang dilakukan pemerintah untuk kemudian kepala sekolahnya diberikan pendampingan guna meningkatkan mutu pendidikan.

    Sementara POP dijalankan oleh ormas yang peduli dengan pendidikan. Ormas yang tergabung dalam POP diseleksi untuk terjun ke satuan pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di satuan pendidikan yang dituju.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id