KPAI Sesalkan Imbauan Guru Soal Memilih Ketua OSIS Seagama

    Ilham Pratama Putra - 28 Oktober 2020 18:31 WIB
    KPAI Sesalkan Imbauan Guru Soal Memilih Ketua OSIS Seagama
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapati temuan percakapan grup WhatsApp salah satu guru SMA Negeri yang berisikan ajakan untuk memilih ketua OSIS yang seagama. Menurut KPAI, ini menjadi ancaman keragaman di dunia pendidikan.

    Percakapan itu dimulai oleh seseorang guru berinisial TS, 56, dalam grup WhatsApp bernama ‘Rohis 58’. Tangkapan layar itu kini viral di media sosial.

    "Guru Agama Islam dan Budi Pekerti ini meminta agar anggota grup ‘Rohis 58’ tidak memilih calon ketua OSIS yang beragama nonmuslim," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Bagi Retno, jika benar peristiwa ini terjadi maka tidak menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman. Dia meminta agar para guru dapat membudayakan keragaman dan mendorong para siswanya untuk menghargai keragaman dan dapat hidup damai dalam perbedaan.

    "Jadi, toleransi itu mutlak, bukan sekadar menghargai perbedaan, tapi lebih dari itu, tidak ada kebencian sedikit pun pada perbedaan," ujar Retno

    Diketahui, dalam tangkapan layar itu, TS menuliskan pesan agar para siswa berhati-hati dalam memilih calon ketua OSIS. TS ingin ketua OSIS di SMA tersebut memilki akidah yang sama dengan anggota grup WhatsApp 'Rohis 58'.

    Baca: Nadiem Puji Inovasi Perguruan Tinggi Tak Kendur Selama Pandemi

    Berikut bunyi pesan yang dilaporkan salah seorang anggota grup WhatsApp 'Rohis 58', Tini, kepada KPAI:

    Assalamualaikum, hati-hati memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam. Jadi tetap walau bagaimanapun kita mayoritas harus punya ketua yang se-aqidah dengan kita. Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jangan ada yang jadi pengkhianat ya," lapor salah seorang dalam grup 'Rohis 58'.

    Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Gunas Mahdianto membenarkan hal tersebut. Gunas menyebutkan guru yang bersangkutan juga telah diberikan pembinaan oleh kepala sekolah.

    "Guru yang bersangkutan sudah di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan Kepala Sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta," kata Gunas.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id