Pendidikan Karakter Setiap Generasi Perlu Pendekatan Berbeda

    Ilham Pratama Putra - 02 Juni 2021 15:21 WIB
    Pendidikan Karakter Setiap Generasi Perlu Pendekatan Berbeda
    Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono. Tangkapan layar



    Jakarta: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono mengatakan pendekatan dalam pemberian pendidikan karakter setiap generasi berbeda-beda. Agus mengungkapkan setiap generasi masyarakat memiliki klasifikasi tersendiri.

    "Apa makna dari klasifikasi, tentunya Ini memberikan pesan kepada kita bahwa treatment pendidikan kalau bicara pendidikan. karakter," kata Agus dalam webinar 'Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan', Rabu, 2 Juni 2021.

     



    Agus mengatakan, kelompok masyarakat yang paling dominan di Indonesia saat ini adalah generasi Z yang lahir dalam rentang 1997 hingga 2012. Selanjutnya, kelompok lain yang mendominasi adalah generasi Milenial yang lahir pada 1981 hingga 1996.

    Kemudian, generasi X atau Baby Boomer yang berumur lebih tua dari dua generasi Z dan milenial. Klasifikasi ini, menurut Agus, menunjukkan perbedaan pendekatan yang digunakan dalam penanaman pendidikan karakter.

    Baca: Kualitas Pendidikan 'Hari Ini' Jadi Penentu Keberhasilan Bonus Demografi

    Metode pembelajaran yang digunakan oleh generasi terdahulu, kata Agus, tidak bisa digunakan untuk generasi saat ini. Makanya, cara maupun pendekatan guna memberikan pendidikan karakter pun harus berbeda.

    "Maka treatmentnya akan berbeda untuk masing-masing generasi. Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan sebagaimana pernah dialami oleh saya," ucap Agus.

    Menurutnya, perdebaan pendekatan ini memberikan tantangan tersendiri dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.  Dirinya menekankan pentingnya penanaman nilai karakter bagi generasi yang akan menjadi penerus.

    Terlebih jika mengingat Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2045. "Maka memang tantangan kita memastikan sumber daya manusia kita, itu punya kualitas yang baik," ungkap Agus.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id