Kemendikbud Akui Adanya Penurunan Jumlah Pendaftar PAUD

    Ilham Pratama Putra - 24 Juni 2020 18:58 WIB
    Kemendikbud Akui Adanya Penurunan Jumlah Pendaftar PAUD
    Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud, Muhammad Hasbi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta: Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud, Muhammad Hasbi mengakui adanya penurunan jumlah pendaftar di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).  Penurunan ini dipicu adanya salah persepsi di kalangan orang tua tentang dimulainya tahun ajaran baru untuk jenjang tersebut. 

    Hasbi menegaskan, dimulainya tahun ajaran PAUD akan disamakan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Menurutnya banyak miskonsepsi atau salah paham terkait dimulainya tahun ajaran baru untuk PAUD tersebut.

    "Jadi ada miskonsepsi orang tua bahwa seolah-olah PAUD libur, padahal masuknya bersamaan 13 Juli 2020," kata Hasbi kepada Medcom.id, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurutnya, miskonsepsi ini membawa dampak terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di PAUD. Akhirnya ada indikasi penurunan jumlah peserta didik baru di PAUD.

    "Beberapa info memang seperti itu, tapi belum diketahui berapa persen menurunnya," lanjutnya.

    Baca juga:  PAUD Berpotensi Sepi Peminat di Tahun Ajaran Baru

    Hasbi mengungkapkan, jika pembukaan PAUD yang lebih lama daripada jenjang di atasnya agar tidak disalahartikan.  Hal ini diterapkan karena berkaitan dengan tingkat kerentanan usia PAUD terpapar korona.

    "Jadi kita khawatir ketika masuk lebih awal berpotensi ada penularan secara masif. Kemudian juga kemampuan physical dan social distancing mereka belum optimal dibanding kakak-kakaknya," ungkap Hasbi.

    Pihaknya terus mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memberikan sosialisasi kepada guru maupun orang tua jika PAUD akan terus berjalan. Pada tahun ajaran baru 13 Juli 2020 nanti PAUD akan terus menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    "Guru harus menghadirkan komunikasi pada orang tua bagaimana pendidikan harus berjalan. Kolaborasi pendampingan harus dilakukan," ujar dia.

    Bahkan saat ini Kemendikbud telah memberi pelatihan pada 9.900 guru PAUD agar memiliki metode PJJ yang baik. Orang tua pun akan dimodali tips serta buku panduan untuk mendampingi anak di rumah.

    "Harapannya kalau suasana belajar dari guru hadir di rumah. Maka orang tua merasa sekolah tidak libur," tutup dia.

    Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan menyebut pihaknya menemukan fenomena sejumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah yang sepi peminat. Hal ini disebabkan tahun ajaran baru 2020/20201 berlangsung di tengah pandemi covid-19.
     
    "Sekarang tidak ada orang tua yang daftarkan anaknya ke PAUD. Saya tidak tahu kalau di sekolah top bagaimana. Tapi di daerah itu kosong," kata Sofyan dalam Rapat Kerja antara Komisi X DPR dengan Kemendikbud, Senin, 22 Juni 2020.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id