Gandeng IPB, BPPSDMP Kementan Rumuskan Strategi Peningkatan Pangan

    M Studio - 12 Mei 2020 19:26 WIB
    Gandeng IPB, BPPSDMP Kementan Rumuskan Strategi Peningkatan Pangan
    Pendidikan vokasi turut menjalankan perannya sebagai mitra petani dalam mendiseminasikan teknologi terapan (Foto:Dok.Kementan)
    Jakarta: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar Ngobrol Pintar (NGOPI) secara virtual untuk membahas sinergi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mewujudkan Integrated Agriculture 4.0 

    Hadir narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Wakil Rektor I IPB Drajat Martianto. Acara yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2020, itu sebagai tindak lanjut pertemuan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dengan Rektor IPB, beberapa waktu lalu. 

    Acara ini dimoderatori langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. 

    “Apa yang dapat kita lakukan terutama dalam jangka waktu dekat ini, dan tentunya memetakan untuk jangka waktu menengah dan panjang,” kata Idha. Ia berharap ada langkah konkret yang dapat dilakukan dalam jangka waktu dekat.

    Dalam paparannya, Drajat menyampaikan sektor pertanian dan pangan harus dijaga betul. “Kita termasuk berada di garda terdapan untuk menjaga ini,” ujarnya. 

    Bencana yang besar apabila petani tidak bisa ke sawah, katanya, untuk itu petani harus dijaga agar tetap sehat. “Kita di dunia pendidikan harus mewujudkan food system yang utuh, apapun yang akan dikembangkan, tidak secara parsial atau disintegrasi,” tutur Drajat.

    Acara yang berlangsung selama dua jam itu mampu menyamakan persepsi dan mengenal potensi kedua belah pihak. Sebagai tindak lanjut akan disusun roadmap kerja sama. 

    Acara tersebut digelar sebagai wujud komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyediakan pangan pada masa pandemi covid-19. 

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan pertanian tidak boleh berhenti. Semua insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa. 

    Petani memiliki peran besar dalam memerangi pandemi ini yakni sebagai pelaku utama produksi pangan. Sementara itu, pendidikan vokasi turut menjalankan perannya sebagai mitra petani dalam mendiseminasikan teknologi terapan. 

    Sejalan dengan arahan Menteri Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian bisa bersinergi dengan petani melalui program pendampingan mahasiswa.

    Dalam hal ini, mahasiswa mendampingi kegiatan usaha tani pada kelompok tani yang berada di lingkungan tempat tinggal mahasiswa dengan tetap menerapkan protokol kewaspadaan Covid 19. 

    Selain itu, melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian, mahasiswa dapat membimbing petani berwirausaha modern baik usaha agribisnis hulu atau usaha agribisnis hilir. 

    “Sinergi antar instansi terkait diperlukan untuk menghasilkan semakin banyak usaha pertanian maju, modern dan mandiri petani," kata Dedi. (AHG/VTR-Pusdiktan)



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id