Kemampuan Baca Siswa SD di Kaltara Masih Rendah

    Intan Yunelia - 03 Oktober 2019 14:45 WIB
    Kemampuan Baca Siswa SD di Kaltara Masih Rendah
    ilustrasi siswa membaca. Foto: Kemendikbud/BKLM
    Jakarta:  Sebanyak 60,67 persen siswa kelas 4 SD di Kalimantan Utara (Kaltara) belum lancar membaca.  Kaltara merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) yang dirintis oleh Pemerintah Indonesia dan Australia. 

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan pemerintah Australia melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi). Program ini fokus untuk mengatasi tantangan pembelajaran literasi dan numerasi siswa di masa awal pendidikan.

    Wilayah yang menjadi fokus program Inovasi saat ini di antaranya di Kalimantan Utara (Kaltara). Sebab menurut hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) masih terdapat 60,67 persen siswa kelas 4 SD yang tidak lancar membaca di Kaltara.

    Salah satu kegiatan Inovasi nantinya melalui membaca media buku digital atau disebut ‘Lets Read’ yang dikenalkan guru di sekolah.  “Pendekatan inovasi yang diceritakan oleh guru-guru ini selalu memberikan optimisme. Pendekatan-pendekatan ini menunjukkan efektifitas yang luar biasa,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang, Kemendikbud, Totok Suprayitno saat diskusi Pendidikan temu Inovasi, di Perpustakaan Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Menurut Totok, salah satu penyebab kurangnya literasi di Kaltara adalah tidak tersedianya buku yang menarik dan revelan dengan usia anak. Dari hasil temuan Inovasi, sebenarnya sebanyak 85 persen siswa kelas awal suka membaca buku.

    Namun 65 persen buku yang tersedia di Kaltara merupakan buku pelajaran, 17 persen buku cerita. Sementara itu, Inovasi juga menemukan 4.055 buku dengan judul cerita anak di perpustakaan sekolah. Dan hanya 393 judul buku yang sesuai dengan usia siswa kelas awal. 

    Lebih jelasnya, program Lets Read ini berusaha mengujicobakan penggunaan Pustaka Digital di kelas. Pustaka Digital merupakan aplikasi buku cerita digital untuk anak yang dirancang khusus dan dapat menjadi bahan baca alternatif untuk mendorong minat baca anak. 

    Di dalam kelas, guru pun bisa menggunakan proyektor dengan disambungkan lewat androidnya untuk memberikan pengalaman membaca yang berbeda dan menyenangkan bagi anak-anak. Anak juga didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan membaca.

    Pelibatan tersebut melalui pertanyaan, instruksi dan permainan. Pelibatan ini bertujuan agar anak merasa senang dan mengkonfirmasi pemahaman anak tentang isi cerita.

    Setelahnya guru dapat meminta anak menuliskan pendapat mereka tentang isi buku cerita. Isi buka cerita juga dapat pula menjadi sumber pembelajaran.

    “Program ini bagus sebagai contoh praktik baik dalam melaksanakan inovasi pembelajaran dan mengubah gaya belajar yang membosankan dan tidak menyenangkan menjadi proses belajar yang anak-anak senang tapi juga efektif belajar,” tutur Totok.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id