Budaya Literasi Efektif Dimulai dari PAUD dan TK

    Antara - 09 September 2019 12:25 WIB
    Budaya Literasi Efektif Dimulai dari PAUD dan TK
    Ilustrasi Pameran buku. Foto: MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta:  Peneliti sosial vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan, membangun budaya literasi hendaknya dimulai daricgenerasi termuda saat ini. Salah satunya melalui pendidikan sejak dini seperti PAUD dan TK.

    "Karena kalau mengandalkan generasi sekarang sulit, pengaruh budaya visual yang sangat kuat saat ini apalagi mereka tidak melalui masa-masa budaya membaca," kata Devie dikutip dari Antara, Senin, 9 September 2019.

    Ia mengatakan, secara historis masyarakat Indonesia adalah masyarakat pendongeng. Artinya masyarakat dengan oral culture yang sangat kuat, budaya bicara yang sangat kuat.    Lalu masyarakat Indonesia mengalami lompatan tiba-tiba sekarang masuk ke peradaban digital.

    Dari peradaban dongeng ke peradaban digital membuat masyarakat Indonesia belum pernah melewati masa peradaban membaca atau berpikir kritis yang sudah dialami oleh masyarakat Eropa.  "Nah kalau kemudian sekarang ada upaya merangsang literasi masyarakat untuk membaca dengan adanya pojok membaca dan sebagainya, tantangannya akan sangat kuat," katanya.

    Ia menjelaskan, kehadiran pojok membaca ini belum bisa dirasakan manfaatnya sekarang, karena perlu dibangun dulu dengan generasi yang lebih muda untuk terbiasa membaca.  "Kalau generasi yang mau didorong munculkan budaya literasi tapi tidak melewati masa-masa peradaban membaca itu akan sulit," katanya.

    Alasannya, kata Devie, ketiga generasi sekarang yang kebanyakan para pekerja melihat ponsel karena kebutuhan akan hiburan.  "Hiburan yang murah di tengah tuntutan yang sangat berat, kita tidak jadikan membaca itu sebagai bagian dari liburan,"  kata Devie.

    Ia mencontohkan, masyarakat di negara Barat menjadikan membaca sebagai liburan paling murah untuk melepaskan kepenatannya. Bacaan yang dibaca seperti novel dan sebagainya tergantung kegemaran masing-masing.

    "Di negara kita sulit, apalagi budaya visual begitu kuat. Kita ini populasi negara terbesar penonton Youtube di dunia loh," ujar dia.

    Devie mengartikan, daya pikat komunikasi visual akan sangat sulit ditandingi. Karena itu budaya literasi harus dimulai dengan generasi sangat muda.

    Sebagai contoh Finlandia yang berhasil membangun vaksin antik hoaks. Imunisasi dilakukan mulai dari PAUD dan pejuang utamanya adalah guru TK.   "Jadi tradisi kesadaran untuk membaca tidak hadir tiba-tiba. Yang namanya budaya itu adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Jadi kalau bicara kebiasaan harus dilakukan experience-nya, gimana mau suka baca kalau pengalaman membacanya saja tidak pernah," papar Devie.

    Devie juga mengingatkan, membangun budaya membaca juga perlu dukungan pemerintah
    seperti di Inggris.  Buku di Inggris dijual dengan harga murah, dirancang dengan kualitas bagus dan tampilan menarik bagi masyarakat untuk membaca.

    "Bukan salah pebisnis (percetakannya) tapi pemerintah harus memberikan subsidi dan anak-anak dari mulai PAUD sampai SD tidak boleh dikenalkan dengan gadget," imbuh Devie.

    Sementara itu, bertepatan dengan Hari Aksara Internasional Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan ruang membaca buku serta turut langsung dalam kampanye #RuangBacaJakarta di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu pagi, 8 September 2019.

    Gubernur Anies Baswedan menjelaskan, tujuan gerakan #RuangBacaJakarta adalah meningkatkan literasi masyarakat. Fasilitas ruang membaca buku yang telah dihadirkan di tengah padatnya aktivitas masyarakat ibu kota diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca.   



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id