Unhas dan Kementan Kerja Sama Pendampingan Percepatan Produksi Kedelai

    Antara - 15 Juni 2021 20:17 WIB
    Unhas dan Kementan Kerja Sama Pendampingan Percepatan Produksi Kedelai
    Prosesi penandatanganan MoU Unhas dan Kementan dalam percepatan produksi kedelai. Dok Antara.



    Makassar: Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI), Kementerian Pertanian sepakat melakukan pendampingan percepatan produksi kedelai. Kerja sama termuat lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

    Rektor Unhas Baharuddin mengatakan anggaran pembiayaan pelaksanaan kegiatan bersumber dari APBN tahun 2021 senilai Rp3 miliar, untuk pengawalan dan implementasi teknologi produksi kedelai di Indonesia Timur. Kawasan implementasi meliputi areal penanaman kedelai seluas 4.134 hektar, berlokasi di 243 kecamatan, 41 kabupaten, dan enam provinsi di Pulau Sulawesi.

     



    "Mahasiswa yang akan dilibatkan sebanyak 210 orang, dengan 21 dosen pendamping. Kegiatan pendampingan dan pengawalan dilakukan dengan prinsip bekerja bersama petani dengan metode kunjungan, demonstrasi, penyuluhan, temu lapang dan supervisi," ujar Baharuddin di Makassar, Selasa, 15 Juni 2021.

    Ia mengatakan, pendampingan dilakukan secara periodik minimal empat kali per pekan per lokasi kegiatan. Pendampingan dan pengawalan teknologi produksi kedelai dilakukan untuk mendukung percepatan peningkatan produksi kedelai di Indonesia Timur.

    Baca: UGM Segera Kuliah Bauran, Ini Syarat Mahasiswa Ikut Kuliah Luring

    Hal ini didasari dalam usaha implementasi pencapaian target peningkatan produksi kedelai nasional, yakni diketahui terdapat beberapa kendala sebagai faktor pembatas. Salah satunya, akses terhadap teknologi pengelolaan tanaman kedelai.

    Dengan demikian, maka diperlukan upaya strategis, antara lain penyiapan tenaga terampil, energik dan mandiri yang dapat membantu kinerja penyuluh dan pendampingan kepada petani.

    Kegiatan pendampingan dan pengawalan teknologi produksi kedelai ini memiliki dua jenis kegiatan, yakni kegiatan pendampingan dan pengawalan oleh tenaga pendamping, dan implementasi teknologi skala kawasan.

    Kegiatan ini melibatkan unsur-unsur pada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten, perguruan tinggi negeri dan swasta, dan pendidikan vokasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa fakultas pertanian yang akan mengikuti program Merdeka Belajar.

    "Melalui program tersebut, kami berharap dapat berdampak terhadap dinamika usaha kedelai pada tingkat petani, dan dapat diketahui lebih lengkap mahasiswa ataupun alumni pendamping. Tidak hanya itu, juga dapat mendorong implementasi teknologi produksi skala kawasan," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id