Hadapi Society 5.0, UBL Siap Dorong Inovasi Kecerdasan Buatan

    Arga sumantri - 21 Desember 2020 10:41 WIB
    Hadapi Society 5.0, UBL Siap Dorong Inovasi Kecerdasan Buatan
    Kegiatan seminar nasional betajuk 'People-Centric Technology: IT Transparency & Traceability for Better Life'. Foto: Dok Universitas Budi Luhur (UBL).



    Jakarta: Universitas Budi Luhur (UBL) bersama Ikatan Ahil Informatika Indonesia (IAII) menyelenggarakan seminar nasional betajuk 'People-Centric Technology: IT Transparency & Traceability for Better Life'. Ini jadi bagian upaya mendorong inovasi Artificial Intelligence (AI) menghadapi society 5.0.

    Pada kegiatan itu, Rektor UBL Wendi Usino menyampaikan, pandemi covid-19 membawa dampak luar biasa pada teknolosi informasi, salah satunya di bidang pendidikan. Perguruan Tinggi dituntut untuk melek akan teknologi yang serba canggih, guna menunjang  proses pembelajaran.

     



    "Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa digitalisasi sudah merevolusi seluruh aspek kehidupan. Maka sudah selayaknya para ahli informatika melakukan persiapan dengan pemanfaatan teknologi komputer ke depannya," kata Wendi melalui keterangan tertulis, Senin, 21 Desember 2020.

    Ketua DPW IAII DKI Jakarta itu mengatakan, jika dalam people centric technology terdapat transparasi dan traceability, yang sangat berkaitan dengan nilai-nilai kebudiluhuran. UBL mengedepankan sembilan nilai kebudiluhuran yang bisa dikombinasikan untuk kehidupan yang lebih baik, berupa etika bagaimana menjadi insan-insan Informatika yang cerdas dan berbudi luhur.

    "Saya kombinasikan etika bisnis dalam mengembangkan aplikasi yang bisa dipercaya, dengan nilai kebudiluhuran antara lain sabar, menyusukuri, cinta kasih, suka menolong, jujur, tanggung jawab, rendah hati, toleransi, kerja sama, sopan santun, yang bisa dipercaya. Budi Luhur for Better Life," ungkapnya.

    Baca: Pesan Jokowi Saat Dies Natalis ke-71 Almamaternya

    Dalam webinar ini juga berlangsung pengukuhan Anggota Kehormatan IAII Brigjen. Pol. Yehu Wangsajaya. Berdasarkan studi pelacakan UBL, Yehu merupakan Perwira Tinggi (Pati) Polri yang bergelar Magister Ilmu Komputer Pertama dan satu-satunya di Indonesia. Yehu juga merupakan alumnus Program Magister di UBL pada 2006.

    Dalam orasi ilmiahnya, Yehu mengatakan jika dalam era society 5.0 pemanfaatan teknologi AI sangat dibutuhkan. Polri pun berkomitmen melakukan digitalisasi sistem kepolisian. "Kita (Polri) sedang membangun itu semua serta mengembangkan setiap layanan polisi dengan menggunakan AI," kata Yehu.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id