Polisi Belum Simpulkan Kasus Meninggalnya Siswi di Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 19 November 2020 20:51 WIB
    Polisi Belum Simpulkan Kasus Meninggalnya Siswi di Tangerang
    Ilustrasi. Medcom.id
    Tangerang: Kepolisian Sektor Mauk masih menyelidiki kasus meninggalnya ST, seorang siswi kelas 12 SMA negeri di Kabupaten Tangerang, Banten. Polisi belum bisa menyimpulkan musabab kematian korban, kendati mencuat kabar kalau ST meninggal akibat depresi mengikuti pembelajaran daring.

    "Kami masih lakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Berdasarkan keterangan warga yang kami peroleh, yang bersangkutan itu meninggal lantaran sakit lambung," kata Kapolsek Mauk, AKP Kresna Aji Perkasa, Kamis, 19 November 2020.

    Kresna menjelaskan, ST diketahui sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang. Setelahnya, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat, hingga menghembuskan napas terakhirnya.

    "Dari RSJ Grogol hasil medisnya belum keluar," kata Kresna.

    Polisi enggan terburu-buru menyimpulkan. Kendati, keluarga menduga ST depresi karena banyaknya tugas belajar daring selama pandemi covid-19. Polisi perlu menunggu rekam jejak medis korban, terutama dari RS Jiwa Grogol.

    "Kami tidak bisa memastikan yang bersangkutan ini stres karena belajar daring atau tidak. Karena hasil medisnya belum keluar," jelasnya.

    Baca: Diduga Depresi Karena PJJ Daring, Siswi di Tangerang Meninggal Dunia

    Kasus ini mencuat setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan pernyataan resmi. KPAI menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ST yang diduga diduga depresi. Siswi SMAN kelas 12 ini sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat.

    Keluarga menduga ST depresi karena banyaknya tugas belajar daring selama pandemi covid 19. Menurut sang ayah, selama pandemi covid 19, putrinya disibukan dengan tugas-tugas sekolah secara daring atau online. Ia melihat, waktu anaknya tersita dengan pola belajar online.

    Jika keterangan yang diberikan orang tua terkait depresi sang anak karena PJJ daring valid dan benar, maka kematian anak selama PJJ di masa pandemi sudah mencapai empat anak.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id