Legislator Sebut Impor Rektor Asing Ironi Kemandirian Bangsa

    Gervin Nathaniel Purba - 09 Agustus 2019 14:38 WIB
    Legislator Sebut Impor Rektor Asing Ironi Kemandirian Bangsa
    Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra. (Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra tidak setuju dengan wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN). Wacana tersebut dinilai sebagai ironi kemandirian bangsa.

    "Saya tidak setuju dengan impor rektor asing, apapun bunyinya. Meski kita punya kelemahan, tentu kita punya kekuatan untuk memperbaiki. Bukan malah mengimpor, apalagi di lembaga akademisi,” ujar Sutan, dikutip dari dpr.go.id, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Menurut Sutan, sebaiknya pemerintah memperbaiki sumber daya manusia (SDM) dalam negeri. Mendatangkan rektor asing juga tidak menjamin apakah rektor tersebut memiliki kualitas yang baik.

    “Untuk mendorong PTN bisa masuk 100 besar peringkat dunia, pemerintah harus fokus pada pengembangan SDM lokal secara lebih baik. Bukan malah mengambil sesuatu yang belum tentu baik. Baik bagi negara lain, belum tentu baik bagi Indonesia. Ada variabel lain yang mesti dianalisa,” ujarnya.

    Dalam hal ini, kebijakan impor rektor perlu dievaluasi, sehingga harus lebih menghargai dan berpihak kepada para akademisi dalam negeri guna memajukan dunia pendidikan.

    “Kalau memang berpihak, punya empati yang tinggi terhadap pengenbangan ilmu pengetahuan, semestinya anggaran untuk riset, anggaran untuk menggembangkan ilmu pengetahuan yang ada itu dibesarkan. Harus ada keberpihakan,” ucap legislator dapil Jambi itu.

    Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, dirinya telah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo untuk mendatangkan rektor dan dosen asing ke Indonesia. Rencana ini akan direalisasikan mulai 2020.
     
    Nasir menjelaskan, untuk teknis penerapan di perguruan tinggi saat ini masih terus digodok. Rencananya, akademisi asing ini akan diterapkan di kampus-kampus yang sudah mapan.
     
    "Ini sedang kami siapkan. Langkah eksekusi tahun 2020 sudah harus mulai, 2019 akan memperbaiki regulasi. Hari ini ada rapat, mana regulasi yang menghambat akan kami pangkas," katanya.
     



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id