comscore

Peleburan Lembaga Riset ke BRIN Pilihan Terbaik Meski Tak Sempurna

Renatha Swasty - 03 Februari 2022 10:50 WIB
Peleburan Lembaga Riset ke BRIN Pilihan Terbaik Meski Tak Sempurna
Kantor BRIN. Humas BRIN
Jakarta: Kepala LAPAN periode 2014-2021, Thomas Djamaluddin, menyebut integrasi lembaga-lembaga riset ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan pilihan terbaik walau bukan pilihan sempurna. Hal itu lantaran masalah utama dunia riset Indonesia yakni program riset terkotak-kotak oleh kelembagaan dengan alokasi anggaran relatif kecil karena terbagi-bagi ke banyak Kementerian/Lembaga (K/L).

"Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo digagas integrasi program dengan Prioritas Riset Nasional (PRN). Masing-masing PRN dikerjakan beberapa K/L yang dikoordinasi salah satu K/L," papar Thomas, Kamis, 3 Februari 2022.
Misalnya, PRN Pesawat N219 dikoordinasikan oleh LAPAN dan PRN Pesawat Tanpa Awak MALE (Middle Altitude Long Endurance) dikoordinasikan oleh BPPT. Thomas menyebut masalah terjadi lantaran integrasi program tidak bisa berjalan baik tanpa integrasi anggaran.

"Contoh paling nyata, saat terjadi penghematan anggaran, biasanya anggaran yang sudah direncanakan untuk program PRN bersama K/L lain bisa saja dikorbankan untuk dipotong, kecuali pada posisi sebagai koordinator," beber Thomas.

Hal itu membuat K/L koordinator tidak bisa menuntaskan program dengan baik tanpa kontribusi K/L anggota. Dia menyebut dengan sistem keuangan saat ini, integrasi anggaran tidak mungkin dilakukan tanpa integrasi kelembagaan.

"Jadi, integrasi program menuntut integrasi anggaran, dan selanjutnya integrasi anggaran tidak berjalan tanpa ada integrasi kelembagaan. Jadi, intergrasi program riset harus dilakukan dengan integrasi kelembagaan. Itulah yang saat ini terjadi dengan BRIN yang mengintegrasikan semua unit riset di berbagai K/L," papar dia.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika itu mengungkap pola integrasi kelembagaan di BRIN. Setelah pembahasan intensif BRIN bersama KemenpanRB, telah disetujui integrasi unit-unit riset di K/L menjadi 12 klaster bidang ilmu yang disebut Organisasi Riset (OR) yang terbagi menjadi 85 Pusat Riset (PR).

Baca: Peleburan Lembaga Riset, BRIN Yakin Penelitian Makin Kompetitif
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id