BPPT: E-Voting Tawarkan Quick Sekaligus Real Count

    Intan Yunelia - 24 April 2019 14:11 WIB
    BPPT:  <i>E-Voting</i> Tawarkan <i>Quick</i> Sekaligus <i>Real Count</i>
    Pemilu, Ilustrasi Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta:  Penerapan sistem e-voting dalam sistem pemilu di Indonesia masih sebatas wacana. Padahal secara perangkat, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah siap menerapkan sistem e-voting.

    Optimistis ini disampaikan Direktur  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Michael A. Purwoadi setelah melihat kesuksesan uji coba e-voting dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) dan beberapa Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

    Setelah hasil perhitungan perolehan suara TPS dicetak, langsung dikirim ke pusat data dan terekapitulasi secara otomatis dan berjenjang mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

    "Jadi, E-Voting selain menawarkan quick count juga real count. Cepat, akurat, dan terverifikasi," kata Michael A. Purwoadi di Jakarta, Selasa 23 April 2019.

    Penerapan e-voting menurut Michael merupakan langkah progresif dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.  Era peralihan ke dunia digital, di mana masyarakat sudah cerdas sehingga tidak kaget lagi dengan penerapan sistem ini jika sampai diterapkan dalam waktu dekat.

    "Kejenuhan mereka akan metode pemilihan suara yang kian hari dianggap berpotensi dimanipulasi, membuat kehadiran e-voting layak menjadi sebuah metode baru yang patut untuk diterapkan lebih masif," ungkap Michael.

    Baca:  Pemilu Serentak Sedot Energi Saat Penghitungan Suara

    Menurutnya, wacana penerapan e-voting dipastikan akan memicu pro dan kontra.  Sehinga perlu ada sinergitas antarlembaga guna memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai sebuah metode pemilihan yang andal.

    Michael meyakini, sistem e-voting dapat meminimalisir potensi terjadinya kecurangan.  “Teknologi e-Voting menjamin berlangsungnya pemungutan suara dan perhitungan suara menggunakan TIK, demi Pemilu yang transparan, jujur dan akuntabel serta dapat diaudit di tiap tahapannya, layak dijadikan metode yang tepat untuk melaksanakan pemilu,” jelas Michael.

    Sistem kerja e-voting sepenuhnya menghilangkan teknis manual pada sistem pemilihan konvensional. Seperti surat suara dan perhitungan manual serta rekapitulasi otomatis dan berjenjang. 

    Perangkat-perangkat yang dibutuhkan di antaranya, pembaca KTP-el, generator kartu V-token, pembaca kartu pintar (smart card), e-voting, dan printer kertas struk.  Hasil perolehan suara bisa diketahui saat itu juga dan langsung dikirim ke server pusat. 




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id