Markis Kido Hingga Eriksen, Dokter RS UNS Beberkan A-Z Kesehatan Jantung

    Citra Larasati - 16 Juni 2021 14:22 WIB
    Markis Kido Hingga Eriksen, Dokter RS UNS Beberkan A-Z Kesehatan Jantung
    dokter spesialis jantung RS UNS, Habibie Arifianto, dr.,SpJP (K)., M.Kes . Foto: Dok. UNS



    Jakarta:  Kesehatan jantung akhir-akhir ini kembali ramai dibicarakan masyarakat. Hal itu bermula ketika pemain Tim Nasional Sepakbola Denmark, Christian Eriksen mengalami kolaps akibat cardiac arrest atau henti jantung dalam pertandingan Denmark vs Finlandia di Stadion Parken, Copenhagen, Denmark, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Dan, tidak berselang lama kemudian, masyarakat Indonesia langsung dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya mantan pebulutangkis nasional, Markis Kido, karena serangan jantung pada Senin, 154 Juni 2021.

     



    Lewat dua kejadian tersebut, dokter spesialis jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Habibie Arifianto, dr.,SpJP (K)., M.Kes mengingatkan bahwa ancaman kesehatan terhadap jantung sangat beragam dan berisiko dialami oleh sejumlah orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. 

    Baca juga:  Cetak Mahasiswa Berjiwa Wirausaha, Ini Program yang Diterapkan IPB

    Habibie menerangkan, pada kasus kolapsnya Christian Eriksen penyebabnya adalah penebalan otot jantung yang tidak normal atau yang dalam istilah medis disebut sebagai kardiomiopati hipertrofi.

    “Bukan merupakan serangan jantung. Kardiomiopati hipertrofi diakibatkan oleh adanya jaringan ikat pada otot jantung, hal ini berakibat otot jantung menjadi sangat tebal dan berisiko mengalami gangguan irama pada saat aktivitas yang berlebihan, dalam hal ini olahraga, hingga mampu memicu henti jantung mendadak,” jelas Habibie, dalam siaran pers, Rabu, 16 Juni 2021.

    Cardiac arrest yang dialami Eriksen, disebut Habibie biasa terjadi sejak usia remaja hingga tua. Ia mengingatkan, kelainan bawaan seperti kardiomiopati hipertrofi yang dapat mengakibatkan cardiac arrest, bahkan bisa terjadi sejak usia anak-anak. 

    “Semakin bertambah usia akan semakin menebal hingga berisiko henti jantung mendadak saat usia remaja,” ucapnya.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id