Terbentur Batas Usia, Siswa Ditolak Masuk SMP Negeri

    Ahmad Mustaqim - 12 Juli 2019 13:33 WIB
    Terbentur Batas Usia, Siswa Ditolak Masuk SMP Negeri
    Pasha yang gagal diterima di SMP negeri. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Gunungkidul: Muhamat Pasha Pratama menunjukkan raut muka murung karena tak diterima di SMP Negeri 2 Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bocah yang tinggal di RT 05 RW 14 Dusun Bulu, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini belum memutuskan mendaftar di SMP swasta karena kendala ekonomi. 

    Bocah 12 tahun ini sejatinya sudah mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Karangmojo dengan sistem zonasi. Meski jarak sekolah itu tak jauh dengan rumahnya, daftar namanya tak masuk lolos proses pendaftaran. 

    Pasha mengatakan memilih SMP Negeri 2 Karangmojo karena lebih dekat dengan rumah. "Teman-teman saya juga banyak yang mau sekolah di situ," kata Pasha di Gunungkidul, Jumat, 12 Juli 2019. 

    Meski sudah mengikuti serangkaian proses, nama Pasha tak tercantum lolos diterima. Meskipun, jarak rumahnya dengan sekolah sekitar dua kilometer. Bahkan, nilai UN Pasha tak begitu buruk.  

    Adapun nilai rata-rata adalah 15,83. "Teman saya yang nilainya 13 malah keterima," akunya dengan kecewa. 

    Pasha merupakan anak yatim dan kondisi ekonomi yang kurang. Ia tinggal bersama sang nenek, Rebi. 

    Menurut Rebi, Pasha belum ada keinginan setelah masih memendam kekecewaan. Jika akan mendaftar ke SMP swasta, jaraknya sekitar lima kilometer dari rumahnya. Selain itu, keluarga tersebut tak cukup mampu untuk membayar biasa sekolah. 

    "Kalau diterima (di SMP Negeri 2 Karangmojo) kalau berangkat bisa sama temannya. Kalau gak di sana butuh biaya banyak," kata perempuan 65 tahun ini. 

    Rebi mengaku sudah mengasuh Pasha sejak bocah ini duduk di bangku kelas tiga SD. Sang ibu, kata dia, meningkat akibat kecelakaan, sementara ayahnya mengalami gangguan jiwa. 

    "Penghasilan buruh (tani) tidak seberapa. Tapi maunya tetap menyekolahkan Pasha," ujarnya. 

    Ia melihat Pasha memiliki kemampuan besar untuk sekolah. Selama liburan, bocah tersebut bekerja membantu tetangganya sehingga diberikan upah. 

    Upah tersebut kemudian digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. "Kayaknya itu yang membuat (Pasha) sedih," kata dia. 

    Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengatakan, ada sejumlah anak pula yang tak diterima di SMP negeri, termasuk Pasha. Menurut dia, anak tersebut tidak lolos karena tak memenuhi salah satu ketentuan PPDB online. 

    Adapun tiga syarat PPDB online yakni jarak (zonasi), usia, dan waktu pendaftaran. "Dia (Pasha) tak lolos dari segi usia," ucapnya. 

    Batasan usia PPDB online yakni 15 tahun. Lantaran usia Pasha sekitar 12 tahun, daftar namanya terlempar dan diisi pendaftar lain yang usianya dinilai mencukupi. 

    "Meskipun nilainya tinggi, tapi bukan syarat utama. (Berkas nilai) itu jadi kelengkapan administrasi saja," katanya. 
     



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id