DPR Sahkan RUU Sisnas Iptek Jadi Undang-undang

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 16 Juli 2019 15:30 WIB
    DPR Sahkan RUU Sisnas Iptek Jadi Undang-undang
    Menristekdikti, Mohamad Nasir saat membacakan sambutannya di sidang paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
    Jakarta:  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) menjadi Undang-undang.  Pengesahan tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna yang digelar hari ini, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

    Turut hadir dalam Rapat Paripurna, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.  Dalam sambutannya Nasir menyampaikan, RUU Sistem Nasional Iptek merupakan RUU inisiatif pemerintah, sebagai pengganti atas Undang-undang nomor 18 Tahun 2002, yang dalam penerapannya belum mampu  memberikan kontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional.

    Nasir menyebut, ada tiga faktor yang mempengaruhi UU 18 Tahun 2002 belum memberikan kontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional.  Pertama, payung hukum tersebut belum mengatur mekanisme koordinasi antarlembaga dan sektor pada tingkat perumusan kebijakan, perencanaan program anggaran, serta pelaksanaan kebijakan secara lugas.

    Baca:  RUU Sisnas Iptek Dibahas di DPR

    Kedua, telah banyak peraturan perundang-undangan yang telah berubah, sehingga perlu adanya harmonisasi.  Seperti UU Sistem Keuangan Negara dan UU Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

    "Ketiga, (UU 18/2018) belum mengatur hal-hal khusus dan strategis lainnya. Seiring perkembangan lingkungan strategis serta sistem ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Nasir dalam Rapat Paripurna, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

    RUU Sistem Nasional Iptek sendiri disusun sejak 2014, dan kemudian diserahkan kepada DPR  Agustus 2017 lalu. Draf awal yang semula terdiri dari 12 Bab dan 81 Pasal, setelah dibahas dengan semua fraksi dalam Panja (panitia kerja) disepakati untuk Pengambilan Keputusan Tingkat 2 menjadi 13 Bab 100 Pasal.

    "Kita sangat berharap RUU Sistem Nasional Iptek ini nantinya menjadi napas dan pedoman bagi setiap insan dalam memajukan Indonesia sebagai negara kuat dan mandiri berbasis iptek," ujarnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id