Pegiat Pendidikan Dukung Pendiri Gojek Jadi 'Driver' Kemendikbud

    Intan Yunelia - 23 Oktober 2019 13:41 WIB
    Pegiat Pendidikan Dukung Pendiri Gojek Jadi 'Driver' Kemendikbud
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji menyambut positif ditunjukknya mantan CEO Gojek, Nadiem A. Makarim untuk memimpin sektor pendidikan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Nadiem dalam lima tahun mendatang.

    “Kami para pegiat pendidikan akan mendukung beliau jadi 'driver' Kemendikbud.  Kami siap membantu dan memberi berbagai informasi yang dibutuhkan agar pendidikan Indonesia makin maju di tangan beliau,” kata Indra kepada Medcom.id, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Namun Indra berpesan kepada Nadiem agar siap menghadapi kompleksnya persoalan pendidikan di Indonesia.  Sebab menurut Indra, memimpin sebuah kementerian dengan segala birokrasinya tentu hal yang sangat berbeda dengan memimpin perusahaan.

    Nadiem harus bisa mendobrak formalitas yang ada di Kemendikbud.  “Beliau akan menghadapi kondisi yang berlawanan dengan tim Gojek yang kreatif, informal dan kekinian,” ujar Indra.

    Indra optimistis, Nadiem akan bisa membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Hal itu tentu tak bisa dilakukan dengan jalan sendiri.

    Butuh kolaborasi dengan para pegiat pendidikan yang lebih mengenal lapangan, agar Nadiem  lebih cepat beradaptasi dengan dunia pendidikan Indonesia.

    “Selamat atas dipilihnya Pak Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Beliau akan butuh banyak bantuan untuk memahami lapangan Pendidikan Indonesia,” tuturnya.

    Sebelumnya, Nadiem Anwar Makarim, pendiri Gojek, didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Kabinet Kerja Jilid II. Nantinya Nadiem bakal bertugas membuat terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
     
    Amanah untuk Nadiem ini sesuai dengan misi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yakni membangun SDM unggul. "Akan membuat terobosan-terobosan siginifkan SDM. Menyiapkan SDM siap kerja, siap berusaha link and match pendidikan dan industri," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id