Kemenhub Gandeng ITS Pasang Pendeteksi Banjir di Bandara

    Intan Yunelia - 17 Januari 2020 13:42 WIB
    Kemenhub Gandeng ITS Pasang Pendeteksi Banjir di Bandara
    Tim peneliti menunjukkan cara kerja alat SWD dan WSD yang akan diuji cobakan di bandara. Foto: ITS/Dok. Humas
    Jakarta:  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengaplikasikan hasil penelitian ITS berupa Standing Water Detector (SWD) dan Wind Shear Detector (WSD) di enam bandara di Indonesia.

    Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Transportasi Udara, Kemenhub, Novyanto Widadi mengatakan, rencana implementasi hasil penelitian dengan ITS ini menjadi urgen setelah permasalahan tergenangnya Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada awal 2020. Bandara yang menjadi pintu gerbang bagi para tamu negara tersebut tergenang air akibat curah hujan yang lebat.

    "Uji coba peralatan WSD dan SWD ini akan dilaksanakan di enam bandara yang ada di Indonesia yakni di Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta), Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Juanda, I Gusti Ngurah Rai, dan Sultan Hassanuddin," kata Novyanto dalam siaran pers, Jumat, 17 Januari 2020.

    Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Melania Suweni Muntini menyampaikan, dari sekitar 300 bandara di Indonesia, belum ada yang dipasang detektor genangan air di landasan pacu. Padahal, menurut ICAO, genangan air tertinggi adalah 4 mm dan tidak boleh lebih dari 25 persen di area runway yang tergenang.

    "Ketika musim hujan seperti ini dan landasan pacu di bandara tergenang air, maka tidak ada informasi yang valid kepada pilot tentang seberapa tinggi genangan airnya, untuk mempertimbangkan bisa mendarat atau tidaknya pesawat di bandara tersebut," ujarnya.

    Dosen Departemen Fisika ITS ini menyebutkan, angin di sekitar bandara terkadang juga berpotensi menimbulkan adanya angin samping (wind shear). Apabila arah dan besar angin muncul dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi, maka akan menimbulkan kondisi yang berpotensi munculnya angin tersebut.

    Penelitian yang dilakukan Melania beserta timnya di Laboratorium Instrumentasi, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini sudah dirancang kurang lebih dua tahun. Uji fungsional sudah dilakukan dan berhasil dengan baik, sekarang ini sedang dalam tahap sertifikasi.

    Pengetesan dilaksanakan di Bandara Trunojoyo Sumenep pada 2018 dan di Bandara Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2019 lalu. “Untuk alatnya sendiri bisa di semua bandara, ada 300 bandara di Indonesia yang mempunyai potensi untuk diujicobakan, khususnya yang SWD,” ungkapnya

    Melania menuturkan, tim Puslitbang Transportasi Udara sudah mengunjungi ITS guna mendiskusikan rencana pemasangan dan uji operasional dari SWD dan WSD di beberapa bandara.  Dalam diskusi itu disepakati bahwa ITS akan menyiapkan peralatan serta pelatihan bagi teknisi dan operator di bandara, termasuk cara pemasangan alat tersebut di lokasi.

    “Memang yang dikhususkan untuk diuji coba di bandara hanya SWD, karena yang paling sesuai dengan kondisi saat ini,” terangnya.

    Kerja sama yang dilakukan ITS tidak hanya sebatas itu. Tim ini juga sudah bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    “Untuk kelancaran uji coba, kami menyarankan agar studi kelayakan terlebih dahulu seperti profiling landasan, posisi penempatan alat, jumlah sensor yang akan dipasang, serta hal-hal lain yang dibutuhkan guna tercapainya kelancaran uji coba,” bebernya.

    Dalam hal ini, Kapuslitbang Transportasi Udara sekaligus menyarankan perlunya peningkatan kerja sama Puslitbang Transportasi Udara dengan ITS. Ia mengusulkan agar pada setiap penelitian bersama ITS bisa dikemas sebagai Program Doktoral bagi peneliti yang terlibat.

    Hal ini sudah diwujudkan dengan dibukanya jalur Doctoral by Research di ITS dan akan mulai membuka penerimaan mahasiswa S3 mulai September 2020 mendatang



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id