Strategi Reini Wujudkan 'ITB 2025'

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 21 Januari 2020 15:53 WIB
    Strategi Reini Wujudkan 'ITB 2025'
    Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D. ANT/Novrian Arbi
    Bandung:  Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., resmi dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025.  Pelantikan dilakukan oleh Majelis Wali Amanat ITB pada Sidang Terbuka di Aula Barat ITB, Bandung, Senin, 20 Januari 2020.

    Usai dilantik, Reini menyampaikan pidato pertamanya untuk ITB lima tahun yang mendatang. Dalam pidatonya tersebut ia memaparkan strategi yang akan dilakukannya untuk ITB “In harmonia progressio” dalam Menggapai Martabat Bangsa dan Reputasi Dunia.

    Reini menyampaikan, setelah 100 tahun berkontribusi gemilang, kini saatnya ITB mulai membangun kekuatan untuk menjawab tantangan perubahan, dan menyusun strategi transformasi di 100 tahun yang akan datang.  Langkah-langkah transformasi yang akan ditempuh adalah mewujudkan sosok ITB 2025 dengan ciri-ciri utama yaitu:

    1. Sistem tridarma yang memfasilitasi seluruh komponen sivitas akademika untuk memberikan kinerja terbaiknya

    2. Institusi yang memiliki reputasi kebangsaan, memberikan solusi terhadap masalah bangsa, dan dapat senantiasa menjaga dan meningkatkan martabat bangsa

    3. Institusi dengan reputasi akademik yang terpandang dan setara dengan mitra-mitra internasional

    4. Lulusan ITB berkualitas internasional, berkarakter nasionalis dan cinta NKRI, berperan di berbagai tingkatan pekerjaan, memiliki sikap inisiatif dan inovatif, kepeloporan, kolaboratif dan berintegritas 

    5. Keberkelanjutan regenerasi kepemimpinan ITB yang senantiasa mampu bertransformasi

    Strategi ITB 2025

    Ia menyampaikan, pada prinsipnya strategi pencapaian wujud ITB 2025 meliput lima langkah. Pertama adalah penataan struktur organisasi agar mampu bergerak dengan gesit, adaptif, dan efisien.

    Langkah kedua, peningkatan pendapatan melalui cara-cara yang kreatif dan inovatif, dengan penekanan pada berbagai kegiatan yang relevan dengan implementasi transformasi. Kemudian langkah ketiga adalah adopsi paradigma pendidikan 4.0.

    “Di sini esensinya adalah konektivitas dalam pembelajaran, perluasan pengalaman belajar sehingga lebih borderless dengan disertai penguatan kemampuan mahasiswa dalam critical thinking, complexity/nonlinear thinking, interdisciplinary thinking, independent learning dan collective learning,” ujarnya.

    Langkah keempat adalah penguatan sistem atau ekosistem inovasi ITB dengan fondasi budaya ilmiah yang unggul. Berkaitan dengan hal ini, menurutnya, perumusan agenda riset unggulan akan dipertajam dengan pendekatan lintas atau transdisiplin, agar lebih mampu merespons kepentingan nasional dan dinamika ilmu pengetahuan global.

    “Kata kuncinya di sini adalah perluasan academic freedom, demi mewujudkan added-values yang tinggi,” tambahnya.

    Lalu langkah kelima adalah manajemen perubahan. Kaitannya dengan hal ini, partisipasi dari seluruh elemen ITB merupakan hal yang penting dalam transformasi ITB.

    Antusiasme dan komitmen bersama, kata Reini, menjadi hal yang utama. Selian itu, visi, tujuan, dan sasaran capaian transformasi perlu dibagikan kepada segenap dosen dan tenaga kependidikan. “Untuk ini, komunikasi perlu terus menerus dipelihatkan, dikembangkan, dan diperluas,” katanya.

    Guru Besar di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB itu melanjutkan, untuk mewujudkan kontribusi terbaiknya, ITB sangat membutuhkan jalinan kemitraan yang strategis dengan pemerintah pusat dan daerah.  Termasuk para pelaku industri dan dunia usaha, lembaga riset dan perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri, lembaga swadaya masyarakat, segenap alumni ITB, dan elemen-elemen lain di masyarakat.

    "ITB perlu memperkuat dan memperluas jalinan-jalinan kemitraan baik yang berlingkup nasional maupun global," tambah rektor perempuan pertama bagi ITB tersebut.

    Pada pidatonya tersebut, Reini memohon dukungan dari para pimpinan pemerintah pusat, khususnya Kemendikbud dan Kemenristek, serta pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. "Keberadaan ITB adalah untuk kemajuan bangsa dan negara. ITB siap bersinergi dan berkolaborasi untuk menyukseskan program-program pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah," ujarnya.

    Selain itu, ia juga meminta dukungan dari pelaku industri dan dunia usaha, para alumni, seluruh kolega dosen, tenaga kependidikan serta para mahasiswa dalam tugasnya lima tahun ke depan sebagai Rektor ITB periode 2020-2025.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id