Orang Tua Minta Komisi X Batalkan PPDB DKI Zonasi

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 30 Juni 2020 14:07 WIB
    Orang Tua Minta Komisi X Batalkan PPDB DKI Zonasi
    Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aries Merdeka Sirait dalam pertemuan bersama Komisi X DPR. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Relawan Pendidikan perwakilan dari orang tua siswa DKI Jakarta meminta tolong ke Komisi X DPR untuk mendesak Mendikbud, Nadiem Makarim membatalkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur Zonasi. Hal ini tak lepas dari ketidaksesuaian Petunjuk Teknis (Juknis) dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019, yakni menggunakan kriteria usia.

    "Kami memohon hari ini Mas menteri harus mengumumkan batal. Kami memohon komisi X sudah mengatakan batal," tegas Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aries Merdeka Sirait dalam pertemuan bersama Komisi X DPR, Selasa, 30 Juni 2020.

    Menurut Aries, jika tidak dibatalkan sekarang juga akan ada 50 ribu siswa di jenjang SMP yang berpotensi tidak bisa melanjutkan sekolah. Untuk itu kata dia PPDB zonasi ini dibatalkan dan juknisnya disesuaikan dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

    Baca juga:  KPAI Desak DKI Buka PPDB Jalur Zonasi Tahap Kedua

    Baik itu untuk kriteria maupun kuota. "Minimal 50 persen di kasih 40 persen. Yang diutamakan sistem zonasi dengan jarak itu prioritas, nanti jaring pengaman baru batas usia," terangnya.

    Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa niat Dinas Pendidikan DKI agar semua anak di DKI dari kelompok ekonomi lemah dan kaya bisa sekolah di sekolah dengan kriteria itu kurang tepat. Pasalnya dengan usia justru itu menimbulkan gap.

    "Ini membenturkan miskin dengan kaya tidak boleh, seolah-olah memberi kesempatan untuk yang miskin, dengan sistem ini juga sama," terangnya.

    Selain itu, ia pun berharap semua siswa dapat masuk sekolah negeri dengan sistem dua sesi. Ini menurutnya salah satu opsi agar semua bisa sekolah di tengah pandemi virus korona.

    "Dibagi jamnya, tidak tawar menawar kuota. Bicara wajib belajar tidak bicara kuota apalagi sistem darurat," ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id