LLDIKTI: Seluruh Kampus di DIY Terapkan Ospek Daring

    Ahmad Mustaqim - 01 Agustus 2020 14:19 WIB
    LLDIKTI: Seluruh Kampus di DIY Terapkan Ospek Daring
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
    Yogyakarta: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan, bahwa masa orientasi pengenalan kampus atau yang sering disebut ospek perguruan tinggi di wilayahnya akan dilakukan dalam jaringan (daring) atau online.

    Penyebaran virus korona (covid-19) yang belum mereda, membuat seluruh aktivitas kampus dilakukan secara daring hingga waktu yang belum ditentukan.  "Ospek pun dilakukan secara daring. Agak unik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Maba  (mahasiswa baru) tak boleh orientasinya secara fisik, menyesuaikan aturan-aturan soal perkuliahan dilakukan daring," kata Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Didi Achjari.

    Ia mengatakan ada sebanyak 102 perguruan tinggi swasta yang berada di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah V. Selain itu, ada sejumlah perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

    "Jumlah mahasiswanya ada sekitar 250 ribu. Belum yang dari perguruan tinggi agama Islam, sekitar 50 ribu. Total sekitar 300 ribuan (mahasiswa)," ujar Didi. 

    Didi tidak bisa memastikan persentase kegiatan akademik di setiap kampus. Ia mengatakan hal itu menjadi otonomi masing-masing kampus. 

    "Termasuk perkuliahan dosen yang sudah usia lanjut, pasti dilakukan secara daring. Kita belum tahu, belum terima laporan Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) DIY," katanya. 

    Baca juga:  Daftar 20 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

    Ia menyatakan, sivitas akademika kampus masih mengikuti aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal aturan perkuliahan di masa pandemi covid-19. Meskipun, ada perkuliahan yang mengharuskan tatap muka, seperti praktikum di laboratorium. 

    Menurut dia, mahasiswa yang kembali ke Yogyakarta masih akan tetap menjalani pembelajaran daring. Di sisi lain, kata Didi, calon mahasiswa perguruan tinggi swasta bisa mendaftar melalui jogjaversitas.id, situs penerimaan mahasiswa baru kampus-kampus swasta di DIY. 

    "Jadi mahasiswa tak perlu datang ke Jogja, sehingga berisiko dalam perjalanan. Mahasiswa baru akan sedikit yang datang langsung," kata dia. 

    Ia menambahkan, pemenuhan dalam menjalankan standar protokol kesehatan belum tentu sepenuhnya bisa dijalankan. Ia menilai, tak semua kampus bisa siap, misalnya dengan ruangan, apabila perkuliahan hendak dilakukan tatap muka. 

    "Misalnya, biasanya kelas ada 40 (mahasiswa) harus diatur jadi setengahnya. Kami sampaikan bisa kah? Kalau tidak bisa jangan dipaksakan untuk perkuliahan luring (luar jaringan)," ungkapnya. 




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id