UI Rekomendasikan Empat Kebijakan Kesehatan Mental Saat Pandemi

    Citra Larasati - 28 Agustus 2020 10:10 WIB
    UI Rekomendasikan Empat Kebijakan Kesehatan Mental Saat Pandemi
    Kampus UI. Foto/Dok. UI.
    Jakarta:  Sejumlah akademisi Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Sinergi Mahadata Tanggap Covid-19 UI menyampaikan rekomendasi kebijakan prioritas bagi pemerintah untuk menurunkan tingginya masalah kesehatan mental selama dan pasca pandemi Covid-19. 

    Tim ini berada di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI dan Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI.  Penelitian ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan dan permasalahan akibat pandemi covid-19 yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, sekarang maupun di masa yang akan datang.

    "Kondisi ini pun berpotensi memengaruhi produktivitas masyarakat dan kondisi sosial ekonomi negara," kata Anggota Tim Sinergi Mahadata Tanggap Covid-19 UI, dr. Gina Anindyajati, SpKJ dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2020.

    Berdasarkan hasil survei di Indonesia mengungkapkan, bahwa proporsi orang dengan gejala depresi pada masa pandemi covid-19 mencapai 35 persen. Angka ini lebih tinggi 5-6 kali dibandingkan dengan angka kejadian depresi di masyarakat umum (Riset Kesehatan Dasar tahun 2018).

    "Dan lebih besar 2-3 kali dibandingkan dengan angka kejadian depresi pada kejadian bencana nonpandemi lainnya," kata Gina.

    Lebih lanjut, anggota tim lainnya yakni Dr. dr Hervita Diatri, SpKJ(K) menyebutkan, setidaknya terdapat empat masalah kesehatan mental yang berhasil diidentifikasi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Masalah tersebut merupakan masalah baru maupun lanjutan masalah yang semakin berat.

    Pertama, tingginya proporsi depresi, kecemasan, dan distres di masyarakat. "Termasuk pada kelompok petugas di layanan kesehatan," terangnya. 

    Kedua, banyaknya orang dalam usia produktif yang mengalami masalah kesehatan mental di masa pandemi Covid-19, ditambah dengan kelompok rentan lainnya (perempuan, anak dan remaja, serta orang lanjut usia). 

    Ketiga, semakin terbatasnya jangkauan pelayanan kesehatan mental di masyarakat.  Kemudian keempat, terputusnya layanan kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa dan meningkatkan risiko kekambuhan.

    Anggota tim lainnya, Damar P Susilaradeya, Ph.D mengutarakan, derajat kesehatan mental adalah kunci produktivitas masyarakat dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. Mereka yang terpapar infeksi covid-19 dan keluarganya.

    "Petugas kesehatan, dan masyarakat umum dapat mengalami masalah kesehatan jiwa yang berujung pada rendahnya kinerja dan produktivitas.  Policy brief dapat diakses melalui https://sinergimahadataui.id/policy-brief/," terangnya.

    Berikut keempat rekomendasi UI untuk kebijakan kesehatan mental saat dan pascapandemi covid-19:

    1.  Mencegah krisis kesehatan mental selama dan setelah pandemi dengan memfasilitasi hasil surveilans masalah kesehatan mental dan sumber daya kesehatan, serta menyediakan dukungan akses informasi dan teknologi yang handal.

    2,  Memberi dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi kelompok usia produktif dan kelompok rentan lainnya berupa fasilitasi adaptasi untuk bekerja dan belajar dari rumah, penguatan interaksi dalam keluarga, jaminan sosial dan kesehatan.

    3. Memperluas jangkauan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat dengan mempermudah akses (termasuk teknologi swaperiksa dan telekonsultasi), terintegrasi dalam layanan kesehatan fisik, panduan layanan yang terstandar, dan penjangkauan aktif di komunitas.

    4.  Menjamin kesinambungan layanan kesehatan jiwa bagi orang dengan gangguan jiwa melalui pengembangan telemedicine, kebijakan akses obat, dan pencegahan risiko kesehatan fisik.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id