Belum Optimal, Kemendikbud Genjot Sosialisasi SIPLah 2020

    Citra Larasati - 07 Agustus 2020 16:35 WIB
    Belum Optimal, Kemendikbud Genjot Sosialisasi SIPLah 2020
    Sekjen Kemendikbud, Ainun Na'im. Foto: Medcom.id/intan Yunelia
    Jakarta:  Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) telah diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setahun yang lalu.  Namun aplikasi pengadaan barang dan jasa untuk sekolah ini masih belum sepenuhnya tersosialisasikan ke tengah masyarakat.

    Kemendikbud sejak 3-6 Agustus 2020 menggelar kegiatan sosialisasi Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) lintas kementerian dan lembaga.  Acara sosialisasi SIPLah ini digelar secara daring dan melibatkan belasan ribu peserta melalui aplikasi konferensi video Zoom dan tiga kanal YouTube secara langsung.

    Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im menegaskan, bahwa penggunaan dana sekolah untuk pengadaan barang dan jasa haruslah sesuai dengan peruntukannya dan dikelola secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

    "Satuan pendidikan atau sekolah sebagai entitas layanan pendidikan dalam melakukan pengelolaan serta penggunaan dana untuk belanja barang dan jasa harus dilakukan sesuai kebutuhan dan dikelola secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel," ujar Ainun dalam siaran pers, Jumat, 8 Agustus 2020.

    Baca juga:  Tak Punya Gawai, Rusli Terpaksa Belajar Daring di Sekolah

    Lebih lanjut Ainun Na’im menyatakan bahwa kondisi pandemi saat ini telah mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi. Untuk mencegah keadaan perekonomian agar tidak memburuk lagi ke depan, unsur kegiatan dan pengeluaran pemerintah menjadi penting direalisasikan dengan lebih cepat dan tetap menjaga mutu penggunaan dana pemerintah tersebut.

    "Untuk itulah penggunaan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah menjadi penting dan kita disosialisasikan penggunaannya, supaya pengadaan barang dan jasa bisa sesuai kebutuhan tetapi tetap dikelola dengan baik dengan memprioritaskan produk atau barang serta jasa dalam negeri.  Juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk ikut serta," jelas Ainun.

    Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Satuan Pendidikan Kemendikbud, Henry Eko Hapsanto menyatakan bahwa sosialisasi SIPLah merupakan bagian dari upaya mengubah budaya pihak sekolah dalam pengadaan barang dan jasa. Selama ini, menurut Henry, pihak sekolah ketika pengadaan barang dan jasa kurang transparan.

    Terutama terkait penggunaan uang yang digunakan, namun dengan model pengadaan barang dan jasa secara daring melalui SIPLah, semua transaksi pembelian barang secara otomatis tercatat secara jelas.

    "Pada dasarnya pihak sekolah itu taat azas, ketika kementerian pendidikan mengatakan kalian mulai sekarang wajib belanja secara daring, semua akan mengikuti arahan tersebut," jelasnya.

    Kendala itu justru ada di pihak penyedia barang dan jasa yang selama ini sudah merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Ketika pihak sekolah butuh barang namun dananya tidak ada, penyedia bisa memberi hutangan dahulu dan di sinilah peluang penyimpangan dana akan terjadi.

    "Tapi dengan adanya SIPLah, pihak sekolah akan lebih mudah ketika mereka butuh pengadaan barang dan jasa, apalagi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang jumlahnya puluhan triliun itu untuk saat ini sudah digelontorkan di muka," ujar Henry.

    Sosialisasi SIPLah melibatkan beberapa kementerian yaitu Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenkop-UKM, Kemenkominfo, Kemendag, Kemenperin dan beberapa lembaga negara terkait. Selain beberapa kementerian dan lembaga negara, sosialisasi SIPLah juga menghadirkan beberapa pihak yang menjadi mitra SIPLah di antaranya Blanja.com, Bibli.com, toko buku Eureka, Inti, PesonaEdu, dan tokoladang.

    Sampai saat ini ekosistem SIPLah telah melibatkan sekitar 63.000 sekolah, 11.000 penyedia, dan 200.000 item barang/jasa yang diharapkan dapat membantu tata kelola administrasi pengadaan barang/jasa di sekolah.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id