Rektor Unhan: Pelibatan TNI Libas Teroris Sudah Umum di Negara Maju

    Antara - 22 September 2020 21:01 WIB
    Rektor Unhan: Pelibatan TNI Libas Teroris Sudah Umum di Negara Maju
    Ilustrasi pasukan khusus antiteror TNI. Foto: Antara/Reno Esnir
     

    TNI punya banyak pasukan antiteror

    Di Indonesia, lanjut Octavian, terdapat satuan antiteror seperti Satgultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, Den Bravo Korpaskhas TNI AU, Densus 88 Polri, dan Koopsus TNI.
     
    "Jadi, kesan adanya tumbang tindih kewenangan terkait penanganan terorisme harus dilihat dari perspektif positif," ujarnya.
     
    Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme juga diatur di dalam UU No 34 tahun 2004 tentang TNI.
     
    "Kita pernah melihat apa yang terjadi di Malawi, Filipina, tiga tahun silam. Terorisme dapat berubah menjadi ancaman yang serius bagi keamanan dan pertahanan sebuah negara jika tidak ditangani dengan tepat dan efektif," ucapnya.
     
    Selain itu, lanjut Meutya, perlibatan TNI dalam mengatasi terorisme di Indonesia sesungguhnya bukan hal yang baru. Ia mencontohkan suksesnya operasi Satgas Tinombala yang berhasil melumpuhkan teroris Santoso cs. Pelibatan tentara dalam menghadapi terorisme juga berlaku di banyak negara lainnya.
     
    Oleh karena itu, Komisi I DPR RI melihat pentingnya peran serta TNI sebagai salah satu elemen bangsa dalam penanggulangan terorisme secara holistik di Indonesia.
     
    "Namun, kami melihat juga pelibatan tersebut harus melalui mekanisme perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak kontraproduktif dalam penanggulangan terorisme. Agar turut juga menjaga semangat reformasi dan iklim demokrasi di Indonesia," ucapnya.

    (UWA)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id