Kuota Umum Hanya 5 GB, Subsidi Internet Tak Efektif untuk PJJ

    Ilham Pratama Putra - 22 September 2020 10:43 WIB
    Kuota Umum Hanya 5 GB, Subsidi Internet Tak Efektif untuk PJJ
    Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom/Intan Yunelia
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyalurkan subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, hari ini. Kuota yang diberikan dibagi ke dalam dua jenis, yakni kuota umum internet dan kuota belajar.

    Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan Retno Listyarti menilai pembagian kuota yang dilakukan membuat penerima subsidi tidak bisa memaksimalkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sebab, terdapat ketimpangan besaran kuota umum dengan kuota belajar.

    "Kuota umum sebesar 5 gigabyte kemungkinan tidak cukup jika mengingat selama ini  penggunaan platform belajar lebih rendah dibandingkan penggunaan aplikasi WhatsApp, download video, searching google, dan media sosial," kata Retno dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2020.

    Kuota umum sebesar 5 gigabyte (GB) itu dinilai terlalu sedikit jika dibandingkan ketersediaan kuota belajar. Siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

    Baca: Inspektorat Jenderal Kemendikbud Diminta Awasi Subsidi Kuota

    Pada peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. 

    Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Sedikitnya kuota umum ini dinilai tidak relevan dengan kebutuhan PJJ.

    "Berdasarkan survey PJJ siswa yang dilakukan oleh KPAI pada April 2020, terungkap bahwa PJJ secara daring didominasi penugasan melalui aplikasi WhatsApp, email, dan media sosial lain seperti Instagram (IG)," terangnya.

    Artinya, kata Retno, kebutuhan akan kuota umum menjadi lebih besar. Retno pun mendorong Kemendikbud menambah jumlah kuota umum.

    "Maka KPAI minta Kemdikbud menambahkan kuota umum dan mengurangi kuota belajar.  Hal ini untuk lebih memaksimalkan penggunaan bantuan kuota internet bagi pelaksanaan PJJ dan akan sangat membantu para siswa dan orangtua dalam PJJ secara daring," ungkapnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id