LLDIKTI: Masih Banyak Dosen Terlambat Naik Jabatan

    Antara - 28 September 2020 16:25 WIB
    LLDIKTI: Masih Banyak Dosen Terlambat Naik Jabatan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Banjarmasin:  Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar mengatakan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merekomendasikan untuk melakukan pembinaan berlanjut kepada dosen yang masih terlambat mengajukan jabatan fungsional.

    Hal itu disampaikan Akbar saat video conference penguatan jabatan fungsional dosen untuk asisten ahli dan lektor PTS seluruh Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarmasin Senin, 28 September 2020.  Acara ini diikuti 200 orang lebih asisten ahli dan lektor kepala PTS se-Kalimantan Selatan dan Tengah.

    LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan melakukan penguatan jabatan fungsional dosen untuk asisten ahli dan lektor, sebagai upaya mendorong para dosen segera meningkatkan jabatan fungsionalnya. Berdasarkan data periode Juni 2020 di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XI jumlah dosen yang berjabatan fungsional sebanyak 2.837 orang.

    Dari jumlah tersebut, meliputi asisten ahli sebanyak 1.875 orang, lektor sebanyak 760 orang, lektor kepala sebanyak 186 orang, dan guru besar sebanyak 16 orang.

    Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Udiansyah mengatakan, jabatan fungsional tidak berarti apa-apa jika ditujukan untuk kepentingan pribadi.

    Baca juga:  Dosen Unpad: Riset Tsunami 20 Meter Jadi Pedoman Mitigasi Bencana

    Tetapi, sangat bermanfaat bila hal tersebut menyangkut kepentingan keluarga dan upaya peningkatan sumber daya manusia untuk lembaga pendidikan dan terkait lainnya.

    Udiansyah mengungkapkan, agar bisa naik jabatan, sebenarnya tidak terlalu sulit.  Paling penting adalah para dosen melaksanakan tugas dan kewajibannya, sebagaimana tridarma perguruan tinggi.

    "Kalau ada dosen yang tidak naik jabatan hingga delapan tahun, bukan hanya merugikan dosen terkait, tetapi juga lembaga pendidikan dan LLDIKTI," katanya.

    Kenaikan jabatan fungsional dosen, kata dia, juga sangat penting untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) lembaga pendidikan tinggi.  Yakni untuk kepentingan kenaikan akreditasi perguruan tinggi.

    Untuk bisa mendapatkan akreditasi, persyaratan yang harus dipenuhi perguruan tinggi adalah ketersediaan SDM seperti jumlah lektor, lektor kepala, dan guru besar.

    "Jadi dengan naik jabatan saja, maka seorang dosen berarti telah bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga lembaga," katanya.

    Bukan hanya bermanfaat untuk kepentingan akreditasi, tetapi juga untuk klasterisasi atau pengelompokan perguruan tinggi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud yang dilakukan setiap tahun.

    Melalui klasterisasi ini, calon mahasiswa akan lebih mudah memilih kampus berdasarkan data peningkatan prestasi kampus.  Calon mahasiswa dan masyarakat umum bisa menggunakan peringkat perguruan tinggi sebagai acuan dalam menentukan pilihan perguruan tinggi.

    "Berdasarkan kepentingan tersebut, LLDIKTI selaku lembaga pembinaan, pengawasan, dan peningkatan mutu perguruan tinggi berkepentingan untuk melakukan pelatihan ini," katanya.

    Pada acara ini, LLDIKTI menghadirkan nara sumber guru besar Universitas Lambung Mangkurat, Salamiah dan Yanuar Bachtiar dari STEI Indonesia.

    Pada kesempatan tersebut, Salamiah mengungkapkan tentang problem SDM perguruan tinggi di Indonesia antara lain, banyak dosen yang tidak memenuhi syarat pendidikan minimal.  Selain itu juga umlah doktor yang masih kurang, banyak dosen yang tidak memiliki jabatan, jumlah guru besar yang masih sangat sedikit dan publikasi ilmiah yang rendah.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id