Kongres Berkebaya Nasional 2021

    Kebaya Jadi Alat Pemersatu Perempuan di Indonesia

    Antara - 06 April 2021 20:22 WIB
    Kebaya Jadi Alat Pemersatu Perempuan di Indonesia
    Kongres Berkebaya Nasional 2021 hari pertama yang digelar secara daring. Foto: ANT/Tangkapan layar Zoom



    Jakarta:  Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama, Eny Yaqut mengatakan, kebaya dapat digunakan sebagai alat untuk pemersatu perempuan Indonesia.

    “Kebaya dapat digunakan sebagai penguatan ukhuwah. Saya ingin menempatkan kebaya sebagai sarana pemersatu perempuan, tanpa melihat suku, pendidikan, agama, latar belakang sosial, dan lainnya,” ujar Eny dalam Kongres Berkebaya Nasional (KBN) yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Senin, 5 April 2021.






    Baca juga:  Kongres Berkebaya Nasional 2021 Bahas Dua Agenda Utama

    Eny meyakini, banyak perempuan Indonesia yang mencintai kebaya dan ingin tetap melestarikan kebaya. Kebaya tidak hanya digunakan pada acara-acara formal, tetapi juga bisa digunakan dalam keseharian.

    “Saya percaya banyak perempuan Indonesia yang mengikuti kongres ini, mencintai kebaya dan ingin melestarikan kebaya,” kata dia.

    Dia mengajak para perempuan untuk saling berkolaborasi dalam melakukan pelestarian kebaya. Kebaya tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa, tetapi juga di seluruh pelosok Tanah Air. Meskipun penyebutannya yang berbeda.

    “Kebaya dianggap sebagai simbolisasi emansipasi perempuan. Tokoh perjuangan perempuan seperti RA Kartini, tidak bisa dilepaskan dari kebaya. Kebaya telah menjadi kekhasan Indonesia yang mewakili jati diri bangsa. Melalui kebaya terdapat perjuangan, kesederhanaan, kepatuhan hingga kelemahlembutan,” ujar dia.

    Ketua Panitia KBN, Lana T Koentjoro mengatakan, pelaksanaan kongres yang diselenggarakan pada 5 - 6 April secara daring ini bertujuan memperkuat pelestarian kebaya pada generasi muda.  Selain itu juga mendorong pengakuan UNESCO akan kebaya Kartini dan Kutubaru sebagai warisan budaya dari Indonesia.

    Baca juga:  Kebaya Kartini dan Kutubaru Bakal Didaftarkan ke UNESCO

    Lana menambahkan, sejarah Indonesia melekat pada busana yang sudah dipakai perempuan Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu.  “Kebaya merekam perjalanan budaya di berbagai daerah sampai sekarang. Maka selayaknya kita hargai dan kita jaga kelestariannya,” tutup Lana.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id