Kemendikbud Soroti Kasus Nilai Kosong Siswa karena Tak Punya Smartphone

    Ilham Pratama Putra - 27 Oktober 2020 13:29 WIB
    Kemendikbud Soroti Kasus Nilai Kosong Siswa karena Tak Punya <i>Smartphone</i>
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menanggapi kesulitan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Aditya, salah seorang siswa SMP 286 Tomang, Jakarta Barat. Aditya diketahui tak bisa mengikuti PJJ karena tidak memiliki ponsel pintar, sehingga nilainya dalam satu semester menjadi kosong.

    Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani mengatakan seharusnya sekolah tak memaksakan penggunaan ponsel pintar saat PJJ. Sekolah harus fleksibel dalam menjalankan PJJ.

    "Berbagai alternatif PJJ telah diterapkan sehingga tidak hanya melalui daring yang memerlukan gawai dan akses internet," kata Evy kepada Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Selain itu, PJJ sebenarnya juga tak hanya berpatokan pada ponsel pintar. PJJ juga bisa memanfaatkan Siaran Belajar Dari Rumah di TVRI, hingga radio edukasi Kemendikbud. 

    "Kemendikbud juga telah menyediakan berbagai modul sederhana bagi guru, orang tua, dan siswa  sehingga dapat dipergunakan atau dipelajari mandiri dengan kolaborasi guru dan orang tua," tambah Evy.

    Baca: 2021, Nadiem Bakal Genjot Digitalisasi Sekolah

    Terkait nilai kosong Evy tak memberi tanggapan khusus. Yang jelas kata dia, pelajar dalam masa pandemi ini harusnya diberikan kemudahan dalam mengikuti hingga menuntaskan pembelajaran tanpa harus menyelsaikan capaian kurikulum.

    "PJJ hadir memberi pengalaman belajar yang bermakna, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan," terang Evy.

    Dia juga mengingatkan satuan pendidikan agar memberikan aktivitas dan tugas pembelajaran yang bervariasi kepada siswa. Dan juga harus memperhatikan kondisi psikologis siswa selama  PJJ, melihat minat dan kondisi masing-masing siswa, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses dan fasilitas belajar di rumah.

    " Yang terpenting semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat tentunya harus bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di masa pandemi ini. Dengan semangat gotong-royong di semua lini, kita pasti mampu melewati semua tantangan ini," tutup Evy.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id