IPB Buat Rumah Kaca dengan Arsitektur Lanskap

    Arga sumantri - 01 April 2021 15:13 WIB
    IPB Buat Rumah Kaca dengan Arsitektur Lanskap
    Rumah kaca dengan desain lanskap milik IPB. Dok Humas IPB.



    Bogor: Rumah kaca selalu identik dengan tanaman hortikultura seperti sayur, buah, maupun tanaman hias. Lantas, bagaimana jadinya apabila rumah kaca di desain dengan konsep arsitektur lanskap? 

    Hal ini yang dilakukan oleh Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University. Mereka dengan membangun rumah kaca yang diberi nama 'Indoor Garden ARL Faperta'.






    Departemen Arsitektur Lanskap merenovasi ulang rumah kaca dengan konsep yang unik dan menarik. Rumah kaca tersebut memiliki tanaman yang beragam hingga 40 jenis, dengan sekitar 500-1.000 tanaman yang disusun rapi.

    Pada 2020, kondisi rumah kaca tersebut sudah bocor dan di sekelilingnya banyak yang rusak, talangnya banyak yang bocor, oleh sebab itu perlu diperbaiki. Renovasi pun dimulai sejak Desember 2020.

    "Uniknya, tanaman di Indoor Garden ARL Faperta, tidak ditanam menggunakan tanah langsung, melainkan menggunakan media sekam agar dapat digunakan mahasiswa untuk berkreasi," terang Ketua Departemen Arsitektur Lanskap IPB University Akhmad Arifin Hadi, melalui keterangannya, Kamis, 1 April 2021.

    Baca: Update Vaksinasi, Nadiem: 550 Ribu Guru Telah Divaksin

    Rumah kaca Indoor Garden ARL Faperta bertujuan sebagai media pembelajaran dalam menata lanskap, baik pada mata kuliah ataupun kegiatan yang nantinya juga akan disusun. Latihan untuk mengkomposisikan tanaman. 

    "Niat awalnya, renovasi ini selain untuk praktikum, kami juga ingin agar dapat digunakan pada pertemuan formal dan informal, dan apabila ada tamu yang ingin berkunjung ke departemen maka dapat disambut di sini," tambahnya.

    Akhmad menyampaikan bahwa pada Rumah Kaca Indoor Garden ARL Faperta tersebut akan dijadikan sebagai satuan unit usaha yang akan menawarkan beberapa jasa pelayanan. Apabila ada pengunjung yang suka pada tanaman yang disediakan, maka dapat dibeli dan apabila ada yang ingin melihat, serta dapat menjadi media edukasi untuk umum mengenai penataan tanaman lanskap.

    Sementara itu, tantangan yang saat ini diperlukan adalah dalam perapihan managemen, terutama apabila nanti sudah jadi unit usaha sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM).

    "Melalui adanya kebijakan terbaru Kampus Merdeka untuk mengeksplor kemampuan mahasiswa di berbagai bidang, mahasiswa-mahasiswa yang nanti diberdayakan di sini juga sekaligus dapat menyelesaikan beberapa satuan kredit semester (SKS)-nya" tuturnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id