Tiga Wakil Rektor USU Tolak SK Rektor Soal Autoplagiat

    Media Indonesia.com - 17 Januari 2021 08:22 WIB
    Tiga Wakil Rektor USU Tolak SK Rektor Soal Autoplagiat
    Rektor USU terpilih, Muryanto Amin. Foto: ANT


    Jakarta: Pada 14 Januari 2021 Rektor Universitas Sumatera Utara, Runtung Sitepu meneken SK bernomor 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 tentang Penetapan Sanksi Pelanggaran Norma Etika Akademik/Etika Keilmuan dan Moral Sivitas Akademika Atas Nama Dr Muryanto Amin S.Sos M.Si Dalam Kasus Plagiarisme.

    SK tersebut berisi enam poin keputusan, utamanya menyatakan bahwa Muryanto Amin telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja dan berulang melakukan perbuatan plagiarisme dalam bentuk self-plagiarism atau autoplagiasi (plagiasi diri sendiri). Terkait dengan terbitnya SK tersebut, tiga dari lima Wakil Rektor USU buka suara ihwal masalah yang bergulir.


    Ketiganya meyakini keputusan tersebut tidak melalui mekanisme pengambilan keputusan yang sesuai aturan. Wakil Rektor II USU, Muhammad Fidel Ganis Siregar mengungkapkan, secara resmi sebenarnya pihak yang dilaporkan telah melakukan plagiarisme adalah Runtung Sitepu.

    Yakni melalui Lapor.go.id salah satu instrumen untuk menyampaikan aduan yang dikelola langsung oleh tim kepresidenan. Dalam kasus aduan ini akan diteruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kemudian diteruskan lagi ke USU.

    Baca juga:  Putusan Rektor Runtung Belum Bersifat Final dan Mengikat

    Kalau ini tidak direspons maka grade-nya turun. Artinya, pelaporan yang masuk ke Lapor.go.id maka wajib dijawab. "Saya sendiri yang melaporkan Runtung Sitepu ke Lapor.go.id. Bukan sebagai atasan saya, tapi sebagai individu. Karena jika ada audit, ketahuan tidak dilaporkan maka jeleklah USU, jeleklah Rektornya. Jadi laporan ini bukan untuk pihak luar, tapi untuk internal saja," paparnya, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Sehubungan dengan kasus Muryanto Amin, lanjut dia, selama beberapa bulan ini tidak ada laporan atas nama Muryanto Amin. Karena itu dia merasa heran dari mana asalnya tuduhan plagiarisme terhadap Rektor USU Terpilih itu.

    Menurutnya, secara aturan penelusuran terhadap kasus dugaan plagiarisme adalah tim yang dibentuk dari kementerian, bukan ditentukan (USU). Dan mengenai pembentukan Komisi Etik atau dalam hal-hal seperti itu diputuskan oleh rapat pimpinan rektorat.

    "Kalau kami tidak terlibat dalam pembentukan Komisi Etik, bagaimana kami tahu hasilnya?" tanya Fidel.

    Baca juga:  Ini Alasan Kubu Muryanto Tuding SK Rektor Runtung Janggal

    Sepengetahuan Fidel, dalam pembentukan Komisi Etik, suratnya bahkan tidak berasal dari bagian SDM, sehingga dia tidak mengetahui prosesnya. Begitu juga soal pembentukan tim, dia tidak mengetahui kapan dibentuk.
     

    Halaman Selanjutnya
    Namun dalam temu pers yang…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id