Kaleidoskop Pendidikan 2020

    Jurus Nadiem, Catatan Kebijakan Pendidikan Sepanjang Pandemi

    Arga sumantri - 17 Desember 2020 11:16 WIB
    Jurus Nadiem, Catatan Kebijakan Pendidikan Sepanjang Pandemi
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.


    Jakarta: Sebagian pihak meragukan penunjukkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di periode kedua Presiden Joko Widodo. Keraguan itu bukan tanpa alasan. Nadiem datang dari kalangan muda dan pengusaha, sama sekali tak punya latar belakang birokrat.

    Bidang yang membuat nama Nadiem moncer juga tak bersinggungan dengan pendidikan. Nadiem adalah penggagas usaha rintisan ojek online (Gojek) sampai akhirnya menjadi startup pertama Indonesia yang menyandang status decacorn.


    Istilah decacorn diberikan kepada perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp141 triliun.

    Lulusan pascasarjana Harvard Business School ini langsung mendapat 'cobaan' berat mengawali karirnya sebagai menteri. Sekitar lima bulan setelah ia dilantik, Indonesia dilanda pandemi virus korona (covid-19). Virus berbahaya ini merepotkan segala lini, termasuk dunia pendidikan.

    Wajah pendidikan Tanah Air dipaksa berubah seketika. Kegiatan belajar tatap muka tidak dapat lagi diterapkan secara leluasa.

    Utamanya, di sekolah yang berada di zona-zona rawan covid-19. Bahkan, sekolah sempat diliburkan, sampai akhirnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik daring maupun luring menjadi satu-satunya pilihan untuk melanjutkan proses pendidikan.

    Kebijakan Nadiem menyiasati pembelajaran di masa pandemi jadi sorotan sekaligus dinanti. Tercatat, ada sejumlah kebijakan pendidikan yang dikeluarkan Nadiem selama pandemi berlangsung.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id