Efektivitas Belajar Daring Bagi Mahasiswa Perlu Solusi Nyata

    Arga sumantri - 07 Oktober 2020 16:03 WIB
    Efektivitas Belajar Daring Bagi Mahasiswa Perlu Solusi Nyata
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Zoom
    Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti efektivitas pembelajaran daring di masa pandemi virus korona (covid-19) di tingkat perguruan tinggi. Ia menilai perlu ada solusi nyata mengatasi efektivitas pembelajaran daring. 

    Rerie menerangkan, berdasarkan survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), 98 persen perguruan tinggi di Indonesia sudah melakukan pembelajaran daring. Namun, hasil survei sejumlah organisasi menyatakan lebih 70 persen mahasiswa merasa pembelajaran daring tak efektif.

    "Bagaimana efektivitas metode daring yang kemudian dirasakan mahasiswa kurang efektif. Dan bagaimana mahasiswa mampu merubah pola belajarnya. Nyatanya, ada hasil survei yang memang memerlukan perhatian," kata Rerie saat membuka diskusi daring bertajuk 'Menyelamatkan Kualitas Sarjana di Masa Pandemi' yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Rerie menambahkan, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) menyatakan 70 persen dari 4.520 kampus kesulitan pembiayaan. Baik dari sisi pemenuhan gaji dan biaya operasional. Kondisi ini, menurut Rerie, tak boleh dianggap remeh

    "Kita tahu jumlah perguruan tinggi negeri kita terbatas dan sebagian besar mahasiswa melakukan studi di perguruan tinggi swasta. PTS merupakan bagian dari sistem pendidikan di Indonesia yang tak terpisahkan," ujar anggota Komisi X DPR itu.

    Rerie menyatakan, pandemi belum diketahui kapan akan berakhir. Hingga vaksin ditemukan, sistem pendidikan di Indonesia harus melakukan banyak penyesuaian.

    Baca: Rancang Asesmen Nasional, Kemendikbud Gandeng 'Stakeholder' Pendidikan

    Ada sejumlah catatan yang diharapkan dapat terjawab dalam forum diskusi tersebut. Misalnya, tentang bagaimana menempatkan cetak biru atau grand design sistem yang mampu menjawab semua tantangan, bukan hanya pandemi, tapi juga tantangan kehidupan di masa depan.

    "Pendidikan indonesia yang merupakan salah satu tonggak negeri ii menghasilkan generasi yang mampu meneruskan dan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan," ungkap legislator Fraksi NasDem itu.

    Permasalahan lain yang juga mesti diatasi bersama yang tentang pengelolaan guru dan dosen sebagai salah satu kunci pendidikan itu sendiri. Kemudian, aspek keterbukaan akses dan sinergi antar lembaga.

    "Bagaimana kemudian kerja sama pusat dan daerah. Ini beberapa hal yang menjadi catatan kami," ujarnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id