KPAI Desak Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Anak di Alor

    Ilham Pratama Putra - 18 November 2020 12:01 WIB
    KPAI Desak Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Anak di Alor
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak kepolisian membongkar dugaan sindikat praktik tindak pidana perdagangan anak di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Desakan ini menyusul terbongkarnya kasus dugaan kejahatan seksual pada anak yang menyeret Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Alor.

    "Mendesak kepolisian segera menangkap terduga yang berperan sebagai muncikari penghubung korban kepada pelaku yang kini sedang menjalani persidangan," kata Ketua KPAI Susanto melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.

    Ada tiga anak yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Alor. Ironisnya, kata Susanto, tiga anak menjadi korban TPPO untuk tujuan eksploitasi seksual. Kasus ini menyeret Kepala BMKG Alor dan stafnya yang kini berstatus sebagai terdakwa.

    Baca: Mas Menteri, Masih Efektifkah Belajar Daring?

    Susanto mengatakan, KPAI telah menemui banyak pihak terkait kasus ini. Rapat koordinasi lintas pemangku kepentingan di Alor juga dilakukan pada 13 November 2020. Salah satu hasil rapat, masalah ini membutuhkan pengembangan dari pihak kepolisian.

    KPAI mengapresiasi kinerja Polres Kabupaten Alor yang sudah menetapkan tersangka asusila pada tiga anak tersebut. Namun, KPAI juga mendorong kepolisian melakukan penegakan hukum secara komprehensif. 

    "Kepolisian belum menangkap dugaan adanya penghubung dari peristiwa tersebut yang menunjukkan indikasi perdagangan lebih dari satu anak untuk tujuan eksploitasi seksual," ungkapnya.

    Menurut Susanto, KPAI melihat adanya sindikat yang sistematis dalam kasus tersebut. Hal ini tentu berbahaya, karena berpotensi menimbulkan korban lainnya bila tak segera ditindak.

    "KPAI akan berkoordinasi dengan Bareskrim dan Polda NTT sebagai langkah mendorong asistensi Polres Alor mengembangkan penanganan kasus ini," ujarnya.

    KPAI menyesalkan kasus eksploitasi anak dan tindak perdagangan anak masih terus terjadi. Catatan KPAI, ada 88 kasus eksploitasi maupun perdagangan anak hingga September 2020.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id