comscore

Khairul Hamim, Siswa MAN 2 Mataram Raih Beasiswa Maroko

Citra Larasati - 02 Juli 2022 13:12 WIB
Khairul Hamim, Siswa MAN 2 Mataram Raih Beasiswa Maroko
Khairul Hamim, siswa MAN 2 Mataram penerima beasiswa Maroko. Foto: Dok. Kemenag
Jakarta:  Khairul Hamim, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram lolos seleksi beasiswa kuliah di Maroko. Pemuda kelahiran 2003 ini dikenal sebagai sosok yang cerdas, multitalenta, berprestasi, serta ramah, dan murah senyum. 

Selama di MAN 2 Mataram, pria yang akrab disapa Hamim atau ‘Mim’ ini mengukir banyak prestasi. Misalnya, juara 1 Lomba Esai tingkat Nasional di Malang yang diselenggarakan Pondok Pesantren Thursina, juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional yang diselenggarakan Pondok Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor Provinsi Jawa Barat, juara 3 Lomba Puisi Tingkat Nasional Generasi Emas (Germas) Kepulauan Riau.
Di tingkat provinsi, Hamim pernah menjadi juara 2 Lomba Cerdas-Cermat Islam (CCI) dan Debat yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Mataram dan juara 2 CCI yang diselenggarakan oleh MAN 1 Mataram. Hamim juga berprestasi pada sejumlah ajang yang diselenggarakan Kementerian, LIPI, dan perguruan tinggi di Indonesia.

Hamim juga menjadi salah satu Duta Harmoni perwakilan NTB yang terpilih dari 700 madrasah di Tanah Air dan melaju ke Grand Final. Ajang ini digelar oleh Kemenag beberapa waktu lalu. Dia juga meraih beasiswa Eduvex atau beasiswa BJ Habibi.

Terbaru, Hamim mendapat beasiswa kuliah di Maroko setelah lolos seleksi yang digelar Kementerian Agama. Kepada Humas, Hamim bercerita bahwa seleksi tahun ini cukup ketat, karena diikuti 2.105 pendaftar, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas.

Menurutnya, proses seleksi dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, seleksi berkas, dari total pendaftar, ada 1.446 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi berkas dan berhak mengikuti tahap berikutnya. Kedua, Test CBT (Computer Based Test) secara online.

“Soal- soal CBT terdiri dari mufradat, tarakib, dan qira'ah sebanyak 50 soal.  Sejumlah 264 orang calon Masiko (Mahasiswa Maroko) lolos ke tahap berikutnya, yakni seleksi wawancara,” jelas Hamim dikutip dari laman Kemenag, Sabtu, 2 Juli 2022.

“Tes wawancara untuk mencari 30 lulusan terbaik yang berhak menerima beasiswa ini,” sambungnya. 

Dia menjadi salah satu dari dua wakil NTB yang menerima beasiswa kuliah di Maroko. Walaupun universitas yang dituju belum ditentukan pihak Kemenag, Hamim berharap bisa kuliah di Universitas Al-Qarawiyyin.

“Kalau bisa, saya akan memilih Universitas Al-Qarawiyyin dan akan mengambil Jurusan Dirasah Islamiyah fokus Studi Fiqh wa Ushul," tuturnya.

Dia beralasan, Universitas Al-Qarawiyyin merupakan perguruan tinggi tertua di Maroko. Perguruan tinggi ini unik, karena dibangun oleh seorang wanita hebat; Fatima al-Fihria. Alasan lainnya, Hamim sangat mengidolakan sosok ibunya.

Baca juga:  Keren, 96% Lulusan MAN 13 Jakarta Masuk PTN dan PTKIN

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id